Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
   

Rekor Muri Makan Lele Oleh Muslimat di Kediri
Mataraman  Selasa, 19-03-2019 | 08:34 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Sebanyak 19. 824 paket menu ikan lele goreng, disediakan dalam rangka hari lahir muslimat NU di Stadion Canda Bhirawa Pare Kediri. Aksi makan bareng ini, langsung tercatat dalam buku Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Pemrakarsa makan bareng ikan lele ini adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah yang juga hadir ditengah-tengah para muslimat.

Masing-masing anggota muslimat hingga ditingkat ranting, sangat antusias membawa paket menu ikan lele. Terlebih, mereka sangat bangga nama muslimat dapat tercatat di buku muri.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah, rekor muri ini adalah sebagai sumber referensi dan pemicu semangat baru , bagi pembudi daya lele khusunya di Kediri.

Lelenisasi dalam bentuk hulu-hilir, seperti olahan lele dalam bentuk nugget atau makanan lainnya juga dapat berkembang. "Kita akan mendukung para pengusaha lele, dengan mendekatkan badan pom dan perijinannya," kata Khofifah Indar Parawansah.

Ditambahkan Khofifah, sejauh ini para pengusaha di jawa timur umumnya mengeluh soal pemasaran produk UMKM. Sehingga perlu adanya peran pemerintah dengan membantu legalitas dari produk tersbut, agar dikenal seluruh dunia. (yos)

Berita Terkait

Menjelang Harlah ke 94, Atribut NU Laris Manis

Ketum PB NU : Jangan Gunakan Harlah NU Untuk Kampanye Politik

Harlah NU ke-96, Ribuan Warga Nahdliyin Berdoa Untuk Pemilu Damai

Rekor Muri Makan Lele Oleh Muslimat di Kediri
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  6 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  8 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  4 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  17 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber