Berita Terbaru :
Ratusan Seniman Mengelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Balaikota Surabaya
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
   

Rekor Muri Makan Lele Oleh Muslimat di Kediri
Mataraman  Selasa, 19-03-2019 | 08:34 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Sebanyak 19. 824 paket menu ikan lele goreng, disediakan dalam rangka hari lahir muslimat NU di Stadion Canda Bhirawa Pare Kediri. Aksi makan bareng ini, langsung tercatat dalam buku Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Pemrakarsa makan bareng ikan lele ini adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah yang juga hadir ditengah-tengah para muslimat.

Masing-masing anggota muslimat hingga ditingkat ranting, sangat antusias membawa paket menu ikan lele. Terlebih, mereka sangat bangga nama muslimat dapat tercatat di buku muri.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah, rekor muri ini adalah sebagai sumber referensi dan pemicu semangat baru , bagi pembudi daya lele khusunya di Kediri.

Lelenisasi dalam bentuk hulu-hilir, seperti olahan lele dalam bentuk nugget atau makanan lainnya juga dapat berkembang. "Kita akan mendukung para pengusaha lele, dengan mendekatkan badan pom dan perijinannya," kata Khofifah Indar Parawansah.

Ditambahkan Khofifah, sejauh ini para pengusaha di jawa timur umumnya mengeluh soal pemasaran produk UMKM. Sehingga perlu adanya peran pemerintah dengan membantu legalitas dari produk tersbut, agar dikenal seluruh dunia. (yos)

Berita Terkait

Menjelang Harlah ke 94, Atribut NU Laris Manis

Ketum PB NU : Jangan Gunakan Harlah NU Untuk Kampanye Politik

Harlah NU ke-96, Ribuan Warga Nahdliyin Berdoa Untuk Pemilu Damai

Rekor Muri Makan Lele Oleh Muslimat di Kediri
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  11 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  10 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  8 jam

Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber