Berita Terbaru :
Penyekap Berujung Penganiayaan Penyewa Mobil Rental, Begini Kronologisnya
Pemkab Magetan Rogoh Rp 4,5 Miliar Untuk Percantik Pasar Baru
KPU Sumenep Pastikan Honor PPK PPS dan PPDP Naik
Perawat Bojonegoro Meninggal Akibat Covid 19
Polda Jatim Lakukan Gelar Perkara Kasus Sekda Bondowoso
Inginkan Perubahan, RW-RW di Surabaya Bergerak Jadikan Machfud Arifin Walikota
Pemkot Surabaya Kebut Renovasi Stadion Gelora Bung Tomo
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Tukang Bersih Makam Cabuli Empat Anak Dibawah Umur
Polisi Periksa Operator SPBU, Temukan Tangki Modifikasi di Mobil Terbakar
Sidak Pengunjung Tak Pakai Masker Disuruh Keluar Pasar
Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Semangat Gotong Royong Taklukan Sulitnya Medan di Lokasi TMMD
Kapal Perang Indonesia Dan Australia Saling Berhadapan Di Perairan
Tebar Benih Ikan Nila Dibekas Sungai Kumuh
   

Hasil OTT Dispendukcapil Jember Mulai Disidangkan
Hukum  Senin, 18-03-2019 | 19:19 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Hasil operasi tangkap tangan (OTT) Polres Jember di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jember mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin sore. Dua terdakwa, yakni Sri Wahyuniati, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan M. Kadar, warga sipil, dihadirkan jaksa penuntut umum di persidangan.

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum, Totok Walidi, dari Kejari Jember menilai terdakwa Sri Wahyuniati selaku Kadispendukcapil Jember menerima suap sebesar Rp 10 juta  dari terdakwa M. Kadar, aktivis LSM yang berperan sebagai calo.

Atas perbuatannya tersebut, Sri Wahyuniati dijerat pasal 12 Undang-Undang Tipikor nomor 31 tahun 1999 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Sementara terdakwa M. Kadar yang merupakan warga sipil dijerat pasal 5 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Dalam dakwaan, terdakwa Sri Wahyuniati menerima pungli dari terdakwa M. Kadar sejak Maret 2018. Jumlah uang yang disetor berkisar Rp 1 juta hingga Rp 9 juta per hari. Modusnya, tersangka M. Kadar meminta sejumlah uang kepada pemohon yang menginginkan pengurusan cepat.

Biaya untuk mengurus KTP atau KK (kartu keluarga), terdakwa Kadar meminta uang Rp 100 ribu. Sementara untuk kartu identitas anak seharga Rp 25 ribu per item. Selanjutnya, berkas pemohon diserahkan kepada sopir Kadispendukcapil, sementara uang disetorkan ke Kadispendukcapil, Sri Wahyuniati.

Atas dakwaan ini, penasehat hukum kedua terdakwa sama-sama tidak mengajukan eksepsi. Atas keputusan ini, majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan langsung meminta jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi pada sidang berikutnya yang akan digelar 25 Maret mendatang. (end)

Berita Terkait

Hasil OTT Dispendukcapil Jember Mulai Disidangkan
Berita Terpopuler
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Peristiwa  4 jam

Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
Olah Raga  12 jam

Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  21 jam

Inginkan Perubahan, RW-RW di Surabaya Bergerak Jadikan Machfud Arifin Walikota
Pilkada  4 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber