Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Khoirul merupakan saksi kunci dan ikut dirugikan, karena 7 keluarganya ikut hijrah ke Malang. Foto Heru
Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS
Senin, 18-03-2019 | 15:59 wib
Oleh : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Menanggapi kasus hijrahnya 52 warga Ponorogo ke sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang, ditanggapi serius salah satu warga mantan jamaah asal Ponorogo.

Khoirul (55) hidup sendirian, sejak 10 hari lalu di Desa Tatung,Kecamatan Balong, Ponorogo. Bapak dua anak ini ditinggal 7 anggota keluarganya. Yakni, Paijem istri, anak Ahmad Sholikin dan Suratno, serta dua menantu dan dua cucunya.

Sebelum hijrah ke Ponpes Malang, kedua anak Khoirul yakni Ahmad Sholikin dan Suratno sudah 3 bulan menjadi pengikut jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah di Ponpes Kasembon Malang. Dalam keseharian tidak ada yang nyleneh dalam tingkah laku kedua anaknya itu.

Namun, dalam 3 hari sebelum berangkat ke Ponpes Malang, kedua anak Khoirul telah menjual dua truk dan mobil, serta hewan ternak miliknya. Tanpa ada hujan dan petir tepatnya tanggal 6 Maret lalu, kedua anaknya, menantu dan istrinya memaksa dirinya untuk menjual rumah dan tanah untuk pindah ke Ponpes Malang.

"Saya merasa keberatan untuk menjual rumah dan tanah, dan memutuskan untuk tetap tinggal di rumah, meski sempat dirayu jika hijrah di Ponpes Malang nanti akan bisa masuk surga," kata Khoirul.
 
Khoirul berharap kepada Pemerintah Ponorogo untuk turun tangan agar keluarganya bisa kembali untuk ke Ponorogo. (pul)

Berita Terkait


Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS

Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang

Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun

MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber