Berita Terbaru :
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS
Mataraman  Senin, 18-03-2019 | 15:59 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Khoirul merupakan saksi kunci dan ikut dirugikan, karena 7 keluarganya ikut hijrah ke Malang. Foto Heru
Ponorogo pojokpitu.com, Menanggapi kasus hijrahnya 52 warga Ponorogo ke sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang, ditanggapi serius salah satu warga mantan jamaah asal Ponorogo.

Khoirul (55) hidup sendirian, sejak 10 hari lalu di Desa Tatung,Kecamatan Balong, Ponorogo. Bapak dua anak ini ditinggal 7 anggota keluarganya. Yakni, Paijem istri, anak Ahmad Sholikin dan Suratno, serta dua menantu dan dua cucunya.

Sebelum hijrah ke Ponpes Malang, kedua anak Khoirul yakni Ahmad Sholikin dan Suratno sudah 3 bulan menjadi pengikut jamaah Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah di Ponpes Kasembon Malang. Dalam keseharian tidak ada yang nyleneh dalam tingkah laku kedua anaknya itu.

Namun, dalam 3 hari sebelum berangkat ke Ponpes Malang, kedua anak Khoirul telah menjual dua truk dan mobil, serta hewan ternak miliknya. Tanpa ada hujan dan petir tepatnya tanggal 6 Maret lalu, kedua anaknya, menantu dan istrinya memaksa dirinya untuk menjual rumah dan tanah untuk pindah ke Ponpes Malang.

"Saya merasa keberatan untuk menjual rumah dan tanah, dan memutuskan untuk tetap tinggal di rumah, meski sempat dirayu jika hijrah di Ponpes Malang nanti akan bisa masuk surga," kata Khoirul.
 
Khoirul berharap kepada Pemerintah Ponorogo untuk turun tangan agar keluarganya bisa kembali untuk ke Ponorogo. (pul)

Berita Terkait

Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS

Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang

Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun

MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber