Berita Terbaru :
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun
Mataraman  Sabtu, 16-03-2019 | 10:17 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Polisi akan memintai keterangannya Katimun yang diduga mengajak warga untuk mencari ilmu keagamaan, mengingat akan terjadi kiamat di daerah Ponorogo. Foto Heru
Ponorogo pojokpitu.com, Santernya pemberitaan terkait puluhan warga yang menjual harta benda demi mondok, Kapolres Ponorogo mengirim anggotanya ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin , Malang.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengaku telah mengirim anggotanya ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin , Malang. Petugas menemui Katimun untuk memintai keterangannya atas banyaknya warga Ponorogo yang bertolak ke untuk mengikuti ajaran Thoriqoh Musa AS.

Sedangkan dari hasil penyelidikan terhadap Katimun, warga Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan,  Ponorogo  ini membantah menyebarkan 7 fatwa. Hingga warga nekad menjual sejumlah aset dengan harga murah sebagai bekal mondok.  "Katimun hanya menyampaikan kepada jamaahnya tentang tanda-tanda akhir jaman, salah satunya akan terjadi bencana," kata AKBP Radiant.

Terkait warga yang menjual aset, itu merupakan inisiatif warga sendiri dan hasil penjualan digunakan untuk bekal hidup selama mondok.  Sedangkan terkait beras 300 kilogram dan gabah 500 kilogram yang dibawa para jamaah dari rumah, akan digunakan untuk berjaga-jaga jika ada meteor pada ramadhan tahun ini.

"Jika tidak ada meteor jatuh, maka jamaah akan kembali ke tempat asal masing-masing, termasuk membawa pulang kembali bekal yang tidak dipakai selama mondok," jelas AKBP Radiant. (pul)

Berita Terkait

Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS

Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang

Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun

MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  9 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  8 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  7 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber