Berita Terbaru :
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
Mataraman  Sabtu, 16-03-2019 | 10:09 wib
Reporter : Heru Kuswanto
MUI Ponorogo akan melakukan pengkajian bersama, mengingat ajaran Thorikoh Musa AS sempat menjadi polemik dikalangan masyarakat . Foto Heru
Ponorogo pojokpitu.com, Ada warga Ponorogo yang bertolak ke Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Malang, membuat Majelis Ulama Islam setempat turun tangan.

Menurut Ahmad Munir Sekretaris MUI Ponorogo, dalam waktu dekat akan mendalami dan melakukan pengkajian terhadap ajaran Thoriqoh Musa AS di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin Malang. Sebelumnya MUI Ponorogo terkejut atas pemberitaan yang santer terhadap puluhan warga Ponorogo yang rela menjual harta bendanya demi ke Ponpes tersebut.

Sejuh ini pihak MUI Ponorogo masih mengumpulkan data - data dan informasi terkait kebenaran atas ajaran Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah dibawah pengasuh Gus Romli.  "Kami juga akan mengkaji dampaknya bagi para pengikut ajaran tersebut. mengingat banyak warga Ponorogo yang bertolak ke Malang demi mencari ilmu keagamaan," kata Ahmad Munir.
Disisi lain, MUI Ponorogo juga menyayangkan dalam kegiatan ibadah ini telah mengorbankan pendidikan anak-anaknya. Bahkan menjual harta bendanya, meski sudah menjadi keputusan mutlak yang bersangkutan.

Sementara MUI Ponorogo dan Pemda setempat berusaha memastikan warga Ponorogo tidak lagi pergi ke Malang dalam kaitan masalah Thoriqoh ini. "Diharapkan pemerintah desa lebih peka ketika ada transaksi transaksi terkait ajaran agama yang beda pada umumnya," kata Ahmad Munir. (yan)

Berita Terkait

Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS

Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang

Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun

MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  11 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  10 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  9 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber