Berita Terbaru :
Puluhan Tahanan Polres Jalani Rapid Test Massal Mendadak
Penyekatan Kendaraan di Jalur Perbatasan Jatim - Jateng
Dievaluasi, Kualitas Beras BPNT di Tuban Dikabarkan Tak Layak Konsumsi
Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Izin Tak Lengkap, Satpol PP Segel Usaha Budidaya Ayam Potong
Kemenag Masih Kordinasi Pembukaan Tempat Ibadah
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
Bambang Pensiun, Bupati Magetan Siapkan Pj Sekda
Ratusan Tenaga Medis Jatim Terpapar Covid-19
Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
   

Dus, Pesisir Suramadu Penuh Sampah Popok
Metropolis  Jum'at, 15-03-2019 | 13:12 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Sampah popok ternyata tak hanya banyak di sungai brantas saja, tapi juga di pesisir jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Prihatin atas sampah popok ini, ratusan istri-istri jaksa turun membersihkan sampah. Dengan memakai sarung tangan dan karung beras, ratusan istri-istri jaksa ini  memunguti satu per satu sampah di pesisir pantai  Suramadu, Jumat (15/3) pagi. Meski bau dan kotor, mereka yang tergabung dalam Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ini tak jijik untuk terus mengambil sampah.

Lis Chomsiah Sunarta, Ketua IAD prihatin dengan kondisi di pesisir Suramadu yang dipenuhi sampah plastik, popok, pampers dan kotoran ikan. Begitu banyaknya sampah di kawasan pesisir Suramadu ini membuat kawasan ini menjadi bau, kumuh, dan kotor. Kurangnya kesadaran masyarakat dan tidak adanya fasilitas mck menjadi faktor kotornya kawasan pesisir suramadu ini.

"Daerah Suramadu ini ternyata sangat kotor sekali, kumuh dan bau banget. Kita datang sampai gak kuat. Banyak sampah plastik, pampers dan banyak kotoran-kotoran ikan. Jijik tapi mau bagaimana lagi sudah kewajiban kita untuk membersihkan lingkungan," kata Lis Chomsiah Sunarta. (pul)

Berita Terkait

Sungai Bengawan Solo Dipenuhi Sampah Popok, Semakin Hari Sampah Kian Menumpuk

Daur Ulang Gelas Plastik Jadinya Seperti Ini

Dus, Pesisir Suramadu Penuh Sampah Popok

Penuh Popok, Khofifah Bersih-Bersih Kali di Surabaya
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  4 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  2 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  8 jam

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber