Berita Terbaru :
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Ajak Ratusan Warga Berjemur
Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
KPU Jatim Akan Melakukan Tahapan Pilkada 15 Juni
Oknum LSM Peras Kades Terancam 9 Tahun Penjara
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
   

Begini Kata MUI Ponorogo Terkait Doktrin Kiamat
Mataraman  Kamis, 14-03-2019 | 10:33 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo akan mendalami soal kepindahan 52 warga Dusun Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan ke Malang. Sebab kepindahan warga diduga akibat doktrin kiamat sudah dekat yang akan terjadi pertama kali di desa tersebut.

Menurut Ketua MUI Ponorogo Anshor M Rusdi, pihaknya masih mengkasi ajaran kiamat sudah dekat itu. "Saya juga belum tahu, nanti bisa kita cek dan lihat seperti apa ajarannya," kata Ketua Anshor M Rusdi.

Namun menurut Anshor, kiamat atau hari akhir merupakan rukun iman dalam ajaran Islam wajib untuk diyakini. "Namun hanya sebatas untuk diyakini, karena tidak ada seorang pun yang tahu kapan hari itu," jelas Anshor M Rusdi.

Ketua MUI Ponorogo ini mengakui tanda kiamat memang ada. Namun, jika ada orang yang mengatakan tentang kapan terjadinya kiamat, maka itu hanya ingin mengacau saja.

Sebelumnya diberitakan, 52 warga Ponorogo memilih pindah ke Malang, setelah mendapatkan pemahaman mengenai isu kiamat, perang dan kemarau panjang. Mereka rela menjual aset pribadi demi berlindung di sebuah pesantren di Kabupaten Malang. (pul)

Berita Terkait

Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS

Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang

Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun

MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  2 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  2 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  4 jam

Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber