Berita Terbaru :
Kesiapan PT KAI Daop IX Jember Sambut Normal Baru
New Normal, Pemohon SIM Meningkat
Dispendukcapil Segera Jemput Bola Rekam KTP Pemilih Pemula
Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
   

Fatwa Kiamat Sudah Dekat Ternyata Hanya Hoax, Begini Ceritanya
Peristiwa  Kamis, 14-03-2019 | 10:11 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Isu dugaan kiamat sudah dekat. puluhan warga Ponorogo pilih eksodus ke Malang. Mereka percaya fatwa kiamat sudah dekat yang dikeluarkan salah satu pimpinan pondok pensantren dan menyebar di media sosial.

Kepolisian Resort Kota Batu bersama pengurus Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin ( Majelis Sholawat Musa Alaihi Salam Dusun Pulo Sari Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang, segera menggelar jumpa pers terkait masalah ini.

Pimpinan Pondok Pesantren telah mengklarifikasi isu yang sempat viral di media sosial, terkait fatwa yang di duga bersumber dari pimpinan pondok pesantren.

Adapun fatwa tersebut  yang diberikan kepada jamaah terdiri dari 6 kalimat. Yaitu, kiamat sudah dekat, jamaah diminta untuk menjual aset yang di miliki untuk bekal akhirat. Dibawa dan disetorkan ke pondok.

Fatwa kedua ramadhan tahun ini akan ada hura hara perang. Maka jamaah diminta membeli pedang seharga Rp 1 juta. Serta fatwa ketiga akan ada musim kemarau panjang yang mengakibatkan paceklik atau makanan mahal. Maka jamaah diminta menyetor gabah seberat 500 kilo gram.

Juga terdapat fatwa yang berisikan photo pengasuh pondok pesantren dijual seharga Rp 1 juta. Serta anak usia sekolah tidak lagi boleh sekolah, karena ijazah tidak berguna.

Menanggapi hal tersebut, Menurut Mohammad Romli  pengasuh pondok pesantren menjelaskan, pihaknya tidak pernah mengajarkan kepada santrinya seperti fatwa tersebut. "Fatwa itu sengaja diplintir oleh orang tidak bertanggung jawab, dan ajaran kami sesuai aqidah dan NKRI dan tidak pernah menyangkut radikal," jelas Mohammad Romli.

Sementara Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengatakan, fatwa kiamat sudah dekat merupakan fatwa bohong atau hoaxs. Sebab apa yang telah diajarkan di dalam pondok pesantren tidak menyebutkan hal itu. "Pesantren sesuai aqidah agama Islam dan tidak menunjukan ajaran yang mengarah ajaran radikal," jelas AKBP Budi Hermanto.

terkait kejadian ini, pihak Polres Kota Batu akan melakukan  penyelidikan, dan memburu penebar hoaxs tersebut. (pul)

Berita Terkait

Begini Kata Khoirul, Mantan Jamaah Thoriqoh Musa AS

Total Ada 23 Warga Jember yang Ikut Pindah ke Malang

Polres Ponorogo Akan Mintai Keterangan Katimun

MUI Ponorogo Akan Mendalami Ajaran Thoriqoh Musa AS
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  7 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  6 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  5 jam

Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Teknologi  4 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber