Berita Terbaru :
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

Ratusan Hektar Tanaman Padi Terendam Banjir Mulai Membusuk
Pantura  Kamis, 14-03-2019 | 03:23 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Dampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo membuat para petani setempar merugi. Pasalnya, tanaman padi yang masih hijau membusuk, lantaran terendam banjir selama sepekan. Foto Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Dampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo membuat para petani di Tuban merugi. Pasalnya, tanaman padi yang masih hijau membusuk.

Kondisi tersebut menimpa petani di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Tanaman padi disini juga rusak lantaran tertimbun material sampah yang terbawa arus banjir. Kondisi tanaman padi yang berusia antara 30 hari sampai 60 hari membusuk bagian akarnya, serta sebagian roboh akibat derasnya arus banjir.
 
Data dari BPBD Tuban, terdapat lahan pertanian di 4 kecamatan yang terdampak banjir. Masing-masing Kecamatan Soko 12 hektar, Kecamatan Rengel 810 hekter, Kecamatan Plumpang 100 hektar, Kecamatan Widang 12 hektar.
 
Menurut Sumani, petani Desa Kanor Rejo, atas kondisi ini berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan.
 
Sementara itu, Dinas Pertanian sudah melakukan pendataan dan pengajuan klaim asuransi, untuk membantu para petani yang memiliki asuransi pada periode bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019 ini. Menurut Murtadji, Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Tuban, namun pengajuan klaim juga tidak semua dapat di setujui, karena setelah data pengajuan diterima akan dilakukan survei lapangan. (pul)

Berita Terkait

Banjir di Tuban Akibatkan Jalan Ambles dan Jembatan Terancam Ambruk

Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak, Akibat Diterjang Banjir Bandang

Tiga Jam Diguyur Hujan, Puluhan Rumah di Montong Kebanjiran

Tanaman Padi Terendam Banjir Luapan Sungai Avur, Petani Terpaksa Panen Dini
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  11 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  5 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  8 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  8 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber