Berita Terbaru :
Dinkes Kembali Lakukan Rapid Test Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Batu
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada
Hasil Grebek Rapid Tes, Ditemukan Satu Pedagang di Pasar Lamongan Positif Covid 19
Puluhan Tahanan Polres Jalani Rapid Test Massal Mendadak
Penyekatan Kendaraan di Jalur Perbatasan Jatim - Jateng
Dievaluasi, Kualitas Beras BPNT di Tuban Dikabarkan Tak Layak Konsumsi
Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Izin Tak Lengkap, Satpol PP Segel Usaha Budidaya Ayam Potong
Kemenag Masih Kordinasi Pembukaan Tempat Ibadah
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
   

10 Anggota DPRD Malang Dituntut 4 dan 6 Tahun
Hukum  Rabu, 13-03-2019 | 17:24 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Sidang dugaan gratifikasi massal anggota DPRD Kota Malang, memasuki babak baru. Jaksa KPK menuntut 10 anggota DPRD Malang jilid 3 ini dengan hukuman bervariasi mulai 4 tahun hingga 6 tahun. Jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 117 juta.

Sama seperti sidang sebelumnya, sidang anggota 10 terdakwa anggota DPRD Kota Malang yang terlibat suap massal ini dibagi dua gelombang, dengan masing-masing lima terdakwa.

Dalam tuntutannya, jaksa Burhanudin Arief Hermanto dari KPK menilai 10 terdakwa, yakni telah terbukti menerima uang suap atau hadiah dari Walikota Malang non aktif, M. Anton, untuk proses persetujuan perubahan APBD Kota Malang anggaran tahun 2015 senilai Rp 700 juta.

Terhadap 10 anggota DPRD Malang, Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Khoirul Anwar, Suparno Wibowo, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, dan Choirul Amri, jaksa KPK menuntut hukuman berbeda. Tujuh terdakwa yakni Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Khoirul Anwar, Suparno Wibowo, Erni Farida, Harun Prasojo dan Teguh Puji Wahyono, dituntut 4 tahun 3 bulan.

Sementara tuntutan lebih berat diberikan kepada Sony Yudiarto, dan Choirul Amri, dengan 5 tahun penjara. Sementara terdakwa Mulyanto dituntut 6 tahun penjara. Seluruh terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 117 juta.

Jaksa KPK juga meminta majelis hakim yang diketuai Cokorda Gede mencabut hak politik 10 terdakwa selama lima tahun. Atas tuntutan ini, sepuluh terdakwa diberi kesempatan menyampaikan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan minggu depan.(end)

Berita Terkait

10 Anggota DPRD Malang Dituntut 4 dan 6 Tahun

KPK Kembali Lakukan Pemeriksaan 11 Anggota DPRD Malang

Periksa DPRD Malang, KPK Pertanyakan Kasus Jembatan Kedung Kandang

Giliran 12 Orang Anggota DPRD Kota Malang Diperiksa KPK
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  6 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  4 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  10 jam

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Mlaku - Mlaku  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber