Berita Terbaru :
Penyekap Berujung Penganiayaan Penyewa Mobil Rental, Begini Kronologisnya
Pemkab Magetan Rogoh Rp 4,5 Miliar Untuk Percantik Pasar Baru
KPU Sumenep Pastikan Honor PPK PPS dan PPDP Naik
Perawat Bojonegoro Meninggal Akibat Covid 19
Polda Jatim Lakukan Gelar Perkara Kasus Sekda Bondowoso
Inginkan Perubahan, RW-RW di Surabaya Bergerak Jadikan Machfud Arifin Walikota
Pemkot Surabaya Kebut Renovasi Stadion Gelora Bung Tomo
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Tukang Bersih Makam Cabuli Empat Anak Dibawah Umur
Polisi Periksa Operator SPBU, Temukan Tangki Modifikasi di Mobil Terbakar
Sidak Pengunjung Tak Pakai Masker Disuruh Keluar Pasar
Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Semangat Gotong Royong Taklukan Sulitnya Medan di Lokasi TMMD
Kapal Perang Indonesia Dan Australia Saling Berhadapan Di Perairan
Tebar Benih Ikan Nila Dibekas Sungai Kumuh
   

Gelapkan 11 Ribu Ton Semen 2 Karyawan Pabrik Diamankan Polisi
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 12-03-2019 | 18:33 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Karena gelapakan ribuan ton semen, 2 pengawas gudang Spt Jawa Berkat Utama atau JBU di Pasuruan, diamankan polisi saat melakukan aksinya.

Dua supervisor dengan cara dititipkan ke pembeli. Akibatnya, membuat menejemen mengalami kerugian setengah milyar lebih. Para pelaku diamankan di Polsek Gempol, untuk menanggung perbuatannya.

Mereka adalah Feri Aditiya Pujiatmoko (25) warga Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Heru Siswanto (45), warga Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri, harus berurusan dengan petugas Satreskrim Polsek Gempol, setelah ketahuan menggelapkan semen sebanyak 11 ribu ton.

Dua karyawan diamankan polisi saat melakukan aktivitasnya kerjanya di gudang distrubutor semen gresik, terbesar di wilayah Pasuruan, terhitung sejakk 2017 hingga januari 2019.

Dalam melakukan aksi, Feri berperan yang menitipkan ke sopir yang membeli barang, sementara heru yang mengijikan pengeluaran barang.

Terungkapnya kasus penggelapan bermula, menejemen mengalami penurunan omset terghitung sudah 2 tahun ini, karena stok barang habis, namun uang tidak tercatat pada buku menejemen.

Bila ditotal perusahaan mengalami kerugian sebanyak 11 ribu ton semen berbentuk sak, atu bal, dengan harga diperkirakan Rp 500 juta rupiah lebih.

Setelah dilakukan audit, kecurigaan muncul pada dua orang yang statusnya sebagai penanggung jawab keluar masuk barang, dalam gudang dan dilaporkan ke mapolsek setempat oleh pihak menjemen.

Kapolsek Gempol, Kompol Maryono, menjelaskan, atas dasar laporan, tim buser polsek setempat mengamankan dua pelaku dan mengakui perbuatannya.

Selain mengamankan pelaku, polisi menyita sebuah kulkas yang diduga kuat uang dari hasil kejahatan sementara sisa uang lainnya habis untuk berfoya-foya.

Para pelaku ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal penggelapan, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara.

Meski begitu, polisi terus dilakukan pengembangan karena ada pelaku lain yang belum terungkap dalam hilangnya barang material semen ini. (yos)

Berita Terkait

Gelapkan 11 Ribu Ton Semen 2 Karyawan Pabrik Diamankan Polisi
Berita Terpopuler
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Peristiwa  4 jam

Surabaya Aero Club, Comunitas Penghobi Pesawat Siap Beraksi di Jatim
Olah Raga  12 jam

Penjual Sapi di Pasar Gondang Legi Masih Lesuh Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  22 jam

Inginkan Perubahan, RW-RW di Surabaya Bergerak Jadikan Machfud Arifin Walikota
Pilkada  4 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber