Berita Terbaru :
DPRD Surabaya Sayangkan Kebijakan Wajib Rapid Tes Terlalu Mendadak
Berkunjung ke Rumah Ibadat Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Percepatan Penyidikan Pembakaran Mobil Via Vallen, Pelaku Pije Masih Ditahan
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
   

Beri Uang Setiap Berhubungan Intim, Pelaku Dibui Setelah Korban Hamil dan Melahirkan Anak
Peristiwa  Selasa, 12-03-2019 | 04:20 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Kakek diwilayah Tumpang, Kabupaten Malang ini sungguh bejat, yang tega meniduri keponakannya sendiri yang masih anak dibawah umur dengan iming-iming sejumlah uang jajan guna melancarkan aksinya. Pelaku juga mengancam korban jika saja perbuatannya diceritakan orang lain.

Adalah Jaswadi, kakek berusia 68 tahun warga Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, harus berurusan dengan unit pelayanan perempuan dan anak Satreskrim Polres Malang.

Kakek bejat ini telah tega mencabuli atau menyetubuhi korban yang tidak lain masih keponakan, sejak tahun 2012 hingga 2015 yang dilakukan dirumahnya maupun rumah korban.

Selama ini, korban yang rumahnya berdempetan dengan rumah pelaku, tinggal bersama neneknya dan Jaswadi mengaku bahwa korban yang meminta berhubungan tanpa adanya paksaan dari pelaku.

Namun, perbuatan terhadap anak dibawah umur yang masih berusia 15 tahun saat itu, tetap melanggar undang-undang perlindungan anak, apalagi korban sampai hamil atas perbuatan bejat pelaku.

Hingga kini korban sudah melahirkan anak dari perbuatannya, dan setiap melakukan hubungan, pelaku selalu memberikan uang jajan kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu yang disertai ancaman untuk tidak melaporkan perbuatannya.

Aib yang dialami korban, membuat dirinya bercerita siapa yang melakukan hhubungan terlarang tersebut. Hingga dilaporkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang.

Menurut AKP Adrian Wimbarda, Kasat Reskrim Polres Malang, bahwa adanya laporan pencabulan yang dilakukan terhadap anak dibawah umur, membuat satreskrim polres malang melakukan penangkapan.

"Persetubuhan itu terjadi dirumah pelaku maupun korban saat kondisi sepi. Bahkan pelaku selalu memberikan uang jajan usai melakukan hubungan kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu," jelas AKP Adrian Wimbarda.

Atas perbuatannya, pelaku diganjar dengan pasal 81 juncto 76 D, undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yangmana ancaman hukumannya 5 hingga 15 tahun kurungan penjara. (yos)

Berita Terkait

Bapak Satu Anak, Hamili Siswi SMP Hingga Melahirkan

Setubuhi Gadis Bawah Umur, 2 Pemuda Tulungagung Ditangkap Polisi

Miris, Siswi SD Diperkosa 4 Pemuda

Karyawan Perkosa Teman Kerja Saat Pingsan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  20 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  19 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  6 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber