Berita Terbaru :
Batuan Masker Terus Mengalir Untuk Mensukseskan Jatim Bermasker
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Kampus Siapkan Ruang UTBK Dengan Protokol Kesehatan
Jamaah Mukimin Asal Jatim di Arab Saudi Akan Melaksanakan Haji Tahun 2020
   

Bawaslu Sidangkan Kasus Pencoretan Caleg Gerindra Oleh KPUD Sidoarjo
Pilkada  Sabtu, 09-03-2019 | 18:33 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Ketua dan 4 anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sidoarjo, akhirnya menjalani sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik oleh dewan kehormatan penyelenggara pemilu di Kantor Bawaslu Jatim.

Mereka diadukan seorang calon legislatif dari partai gerindra yang dicoret dari daftar calon tetap setelah dinyatakan bersalah atas kasus dugaan pemalsuan ijazah dan divonis enam bulan penjara oleh pengadilan tinggi Surabaya.
 
Untuk pertama kalinya, dewan kehormatan penyelenggara pemilu menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap ketua dan empat anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah Sidoarjo di kantor Bawaslu Jatim.

Mereka diadukan oleh seorang calon legislatif dari partai gerindra, muhammad rifai yang telah dicoret dari daftar calon tetap pada pileg dprd kabupaten sidoarjo 2019.
 
Menurut Ketua KPUD Sidoarjo, Zainal Abidin, pencoretan nama Rifai ini telah sesuai prosedur, berdasarkan keputusan bersalah dalam kasus pemalsuan ijazah dan divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Tinggi Surabaya, 6 bulan penjara serta dinyatakan inkraht.
 
Dalam sidang ini, Mohammad Rifai melalui kuasa hukumnya, Edward Dewaruci, menyesalkan pihak KPUD Sidoarjo tak melakukan klarifikasi dan mencoret namanya dari daftar calon tetap legislatif, meskipun tidak dalam eksekusi penjara usai vonis bersalah.

"Langkah pengaduan ini telah sesuai dengan undang undang nomor tujuh tahun 2017 tentang pemilihan umum," kata Edward Dewaruci.
 
Dari hasil sidang ini, majelis dewan kehormatan penyelenggara pemilu memberikan waktu 3 hari terhadap pihak pengadu dan teradu untuk membuat kesimpulan perkara, yang akan diserahkan serta dibacakan langsung oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum atau DKPP pusat. (yos)
 



Berita Terkait

Bawaslu Sidangkan Kasus Pencoretan Caleg Gerindra Oleh KPUD Sidoarjo

Verikasi Perbaikan KPUD Temukan Data Parpol Bermasalah

KPUD Sidoarjo Akan Panggil Ali Masykuri

Tak Kunjung Cair, KPUD Kebingungan
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  9 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  5 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  10 jam

Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Metropolis  4 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber