Berita Terbaru :
Gelombang Pasang Terjang Pemukiman, Lima Rumah Rusak
Kematian Bocah di Irigasi Membuat Orang Tua Shock
Berkat Minum Ramuan Probiotik, 41 Pasien Covid-19 Sembuh
Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Polda dan Bonek Siap Hijaukan Surabaya Dari Covid 19
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Hasil Tes Reaktif, 3 Pengunjung Cafe Dikirim ke Rumah Karantina
Pemprov Jatim Siapkan Rp 5 Milyar Untuk Support Desa Wisata
Ditabrak Minubus, Mobil Fortuner Terjun Ke Sungai
Dua Pengendara Motor Tewas Disruduk Truk
Tutup Selama Pandemi Covid, Pemilik Usaha Water Park Ngawi Rugi Ratusan Juta
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
   

Sejumlah Komunitas Pemerhati Sejarah Peringati Hari Musik di Pusara WR Soepratman
Tempo Doeloe  Sabtu, 09-03-2019 | 13:45 wib
Reporter : Nanang Purwono, Aris Rahmatullah
Peringatan Hari Musik Indonesia dan hari lahir WR Soepratman diakhiri dengan tabur bunga bersama. Foto Aris
Surabaya pojokpitu.com, Hari musik nasional yang jatuh pada 9 Maret diperingati secara sederhana tapi khidmat di pusara WR Soepratman di Jalan Raya Kenjeran Surabaya. Tidak kurang dari 150 orang hadir dalam peringatan yang menggabungkan upacara bendera dan tabur bunga ini.

Lantunan lagu-lagu ciptaan yang maestro dikumandangkan siswa sekolah musik, pusat olah seni surabaya, melalui alat musik gesek biola, untuk mengawali upacara bendera. Sebagai rangkaian peringatan hari musik nasional, sekaligus hari lahir WR Soepratman. Berdasarkan inskripsi di kompleks makam WR Soepratman, komponis dan pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ini lahir di Jatinegara pada 9 Maret 1903.

Menurut salah seorang ahli waris keluarga WR Soepratman, Soerachman Kasansengari, peringatan pada 9 Maret ini terasa lebih istimewa. Jika dalam peringatan-peringatan sebelumnya, pesertanya relatif sedikit, kini yang datang semakin banyak dan beragam. "Tidak hanya dari kalangan anak sekolah, tapi juga melibatkan unsur komunitas, anggota dewan, hingga pejabat Distrik Militer, Kodim 0831 Surabaya Timur," kata Soerachman Kasansengari.

Sementara itu Letkol inf. La Ode M.N Komandan kodim 0831 Surabaya Timur mengatakan, bahwa lagu-lagu ciptaan WR Soepratman dinilai merajut semangat kebangsaan. "Tidak hanya lagu Indonesia Raya saja yang selalu dikumandangkan di setiap upacara resmi, lagu Dari Sabang Sampai Merauke dan Di Timur Matahari adalah sebagian karya yang sangat sarat akan pesan persatuan dan kesatuan," jelas Letkol inf. La Ode M.N.

Namun sejarah mencatata, sang pendekar musik ini sendiri tidak sempat merasakan kemerdekaan, yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. WR Soepratman wafat 7 tahun sebelum proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada 17 Agustus 1938, dan dimakamkan di Pemakaman Umum Kapas Surabaya.

Melalui upacara dan tabur bunga ini, anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey bersama komunitas pegiat sejarah dan seni, termasuk Dewan Kesenian Jawa Timur menggagas dan mengusulkan agar WR Soepratman bisa dinobatkan sebagai bapak Musisi Kebangsaan Indonesia. (pul)

Berita Terkait

Track Wisata Sejarah Musik di Surabaya Siap Direncanakan

Sejumlah Komunitas Pemerhati Sejarah Peringati Hari Musik di Pusara WR Soepratman

Ratusan Siswa di Surabaya, Peringati Hari Musik Nasional

Hari Musik Nasional Kuatkan 9 Maret Sebagai Tanggal Lahir WR Soepratman
Berita Terpopuler
Hidup Sengsara, Janda Tua Ini Hanya Makan Daun Talas
Sosok  2 jam

Penemuan Mayat di Sungai Krapyak Gegerkan Warga Pilangkenceng
Peristiwa  1 jam

Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan
Metropolis  13 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  7 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber