Berita Terbaru :
Nasib Mahasiswa Thailand Ditengah Covid 19
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 08-03-2019 | 20:08 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Sebelum merayakan hari raya nyepi tahum baru caka 1941, ribuan umat hindhu di Kabupaten Jember, menggelar tawur agung kesange sebagai pensucian diri sebelum tapa bratha penyepian.

Selain digunakan untuk upacara keagamaan, tawur agung kesange kedepan akan dijadikan agenda pariwisata tahunan yang mampu menarik wisatawan hingga belasan ribu.

Suasana Desa Sukoreno di Kecamatan Umbulsari Jember, mendadak ramai. Hal ini dikarenakan setiap tahun jelang hari raya nyepi selalu diadakan upacara tawur agung kesange.

Dalam upacara ini, setiap umat Hindu akan membuat patung ogoh-ogoh yang nantinya melambangkan kejahatan dan angkara murka di dunia ini.

Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa sebelum diadakan pralina atau pemusnahan dengan cara dibakar. Tujuannya adalah agar kejahatan dan angkara murka hilang dari muka bumi ini, dan masyarakat hindhu dapat saling damai dan tentram antar sesamanya.

Ketua panitia, Wahyu Widodo mengatakan, khusus tahun ini tema tawur agung kesange adalah melalui pensucian diri, maka umat Hindu wajib mensukseskan pemilu yang damai aman dan tentram.

"Sebagai umat Hindu harus saling hidup berdampingan dan tentram antar umat beragama. Kedepan umat Hindu dapat menjaga keutuhan NKRI," jelas Wahyu Widodo.

Sementara itu, geliat pawai ogoh-ogoh dalam tawur agung kesange tentu menjadi daya tarik tersendiri. Dari data Dinas Pariwisata, ada sekitar 18  ribu warga baik dari Hindhu, Islam, dll.

Dedi Winarno, Plt Dinas Pariwisata, menjelaskan, kedepan jika hal ini terus terjaga, Dinas Pariwisata akan memasukan upacara tawur agung kesange, sebagai agenda pariwisata tahunan.

"Karena dari segi ekonomi dapat meningkatkan perekonomian rakyat kalangan bawah, dan Desa Sukoreno dapat dijadikan contoh desa yang lain dari segi kerukunan antar umat beragama," ujar Dedi Winarno. (yos)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  5 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  7 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  9 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber