Berita Terbaru :
Antisipasi Kedatangan Pemudik Polres Mojokerto Dirikan Posko Screening di Gerbang Tol Sumo
12 Warga Lamongan Positif Corona
Lima Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Lainnya Membaik
Akses Keluar Masuk Desa Diperketat Secara Mandiri
Diapit Wilayah Zona Merah Bupati Dirikan Check Point di Tiga Pintu Masuk
Rumah Khusus Penampungan Warga Status ODR
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran Virus Korona
Tim Medis Periksa Seluruh Perangkat Desa Geger
Petugas Bubarkan Kerumunan dan Pemuda Pesta Miras
Polisi Patroli dan Bubarkan Warga yang Nongkrong di Warkop
Hindari Kawasan Merah Covid-19, TKI dan Santri Mudik, Penumpang Kapal Membludak
Gubernur Jatim Khofifah Minta Tambahan Kuota Baju APD Kualitas Premium
Tim Gugus Tugas Covid-19 Periksa Kesehatan Pendatang di Exit Tol Ngawi
Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
   

Nyepi, Okupansi Hotel Area Bromo Turun Drastis, Turis Asing Apresiasi Toleransi Beragama
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 07-03-2019 | 16:33 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Pada Hari Raya Nyepi ini, sejumlah hunian di area Gunung Bromo mengalami penurunan pengunjung. Meski demikian, ada beberapa turis mancanegara justru sengaja ke Bromo pada saat Nyepi hanya untuk melihat toleransi antar umat beragama, khususnya warga Suku Tengger.

Penutupan total akses ke wisata alam Gunung Bromo merupakan kali kedua dilakukan. Pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Raya Nyepi akses menuju Bromo masih buka seperti biasanya.
 
Pada penutupan total ini, sejumlah hunian di Bromo mengalami penurunan drastis. Setelah diberitakan di media massa dan media sosial banyak pengunjung baru akan datang ke Bromo usai Nyepi.
 
Salah satunya di Hotel Yoschi yang berada di Desa Wonokerto, hotel ini tidak seramai hari-hari biasanya. Hanya beberapa kamar saja yang terisi. Itu pun tamu dari luar negeri.
 
Pertip bersama istrinya berasal dari Pakistan, dia sangat mengagumi Indonesia, apalagi warga yang saling hidup berdampingan tanpa melihat suku dan agama.
 
Pada Hari Raya Nyepi, umat muslim Suku Tengger justru menjaga lingkungan warga yang beragama Hindu, agar tapa brata berjalan khusyuk.
 
Sementara itu, menurut Widodo, Manager Hotel Yoschi, pada Kamis sampai Jumat, hunian bakal sepi, namun pada saat weekend pengunjung akan kembali naik.
 
Pada saat Nyepi, justru ada beberapa pungunjung, baik dari luar negeri maupun dalam negeri justru penasaran suasana Nyepi di Bromo.
 
Usai perayaan Nyepi, akses menuju Bromo baru akan dibuka pada hari Jumat pagi.(end)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  6 jam

Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  2 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  8 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber