Berita Terbaru :
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Relawan Berikan Bantuan Face Shield Kepada Rumah Sakit
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Kabupaten Trenggalek Umumkan Pasien Pertama Positif Corona
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Rayakan Nyepi Wisata Gunung Bromo Resmi Ditutup Selama 24 Jam
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 07-03-2019 | 14:01 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Rayakan hari raya nyepi, wisata Gunung Bromo di Probolinggo Jawa Timur, resmi ditutup pada pukul 5 kamis pagi dan kembali dibuka pada hari jumat pagi. Akses menuju gunung juga dijaga ratusan petugas jagabaya atau petugas keamanan desa. Nyaris pada nyepi ini tidak ada satupun warga suku Hindu tengger melakukan aktifitas.

Perayaan hari raya nyepi tahun baru saka 1941 dirayakan pada hari Kamis hingga Jumat pagi. Wisata gunung bromo di Probolinggo, Jawa Timur, ditutup total selama 24 jam.

Penutupan juga berlaku di semua pintu masuk menuju Gunung Bromo, yaitu di 4 kabupaten, Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang.

Penutupan aksen menuju bromo ditutup total merupakan kali kedua dilakukan, hal ini sesuai permintaan dari persatuan umat Hindu tengger di 4 kabupaten.

Dari pintu Probolinggo, penutupan dilakukan mulai Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura yang jaraknya 7 kilo meter menuju bromo. Di Kecamatan Sukapura setidaknya ada 4 desa mayoritas warganya beragama hindu, yakni Desa Ngadas, Wonotoro Jetak dan Ngadisari.

Ratusan petugas jagabaya atau petugas keamanan lingkungan melakukan tugasnya keliling setiap jalan-jalan desa. Mereka bertugas untuk menjaga keamanan agar ibadah berjalan khusuk.
Nyaris tidak ada aktifitas yang dilakukan warga suku hindu tengger, semua pintu cendela tertutup rapat. warga fokus melaksanakan ibadah tapa brata.

Menurut Sunomo, Ketua Paruman Walaka Hindu Dharma Suku Tengger, selama nyepi yang dilakukan warga melakukan ritual tapa brata, ameti geni, tidak boleh ada api, amati karya tidak boleh bekerja atau beraktifitas, amati lelungan tidak boleh bebergian, dan ameti lelanguan tidak boleh bersuara, serta puasa selama 24 jam.

Sementara itu, menurut Yulius Christian, Camat Sukapura, penutupan akses pada saat nyepi merupakan bentuk untuk bersatu dengan alam dan meminta ke sang pencipta dengan melakukan tapa brata selama 24 jam.
 
Setidaknya ada ratusan personil TNI-Polri dan Satpol PP menjaga jalannya ibadah nyepi. Khusus untuk ring 1 dijaga oleh petugas jagabaya.

Untuk tamu hotel yang berada di zona nyepi, selama 24 tidak diperbolehkan keluar dari dalam hotel. Mereka hanya boleh beraktifitas di dalam area hotel. (yos)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  4 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  7 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  8 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber