Berita Terbaru :
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Sambut Nyepi Umat Hindu Gelar Kirab Ogoh-Ogoh
Mataraman  Kamis, 07-03-2019 | 10:01 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Menyambut hari raya Nyepi, umat Hindu di jombang menggelar kirab ogoh-ogoh berbagai bentuk. Ogoh-ogoh yang melambangkan sifat-sifat buruk manusia tersebut kemudian dibakar, tujuannya agar dalam memulai nyepi, manusia dalam keadaan suci.

Sebelum melakukan arak arakan sejumlah umat Hindu di Desa Wonomerto Kecamatan Wonosalam Jombang, melakukan ritual ibadah. Usai melakukan ritual sembahyangan sejumlah ogoh-ogoh diarak umat Hindu.

Lokasi yang berada di pinggiran kampung dan hutan ini, dipenuhi warga yang ingin melihat langsung pawai ogoh-ogoh yang hanya satu tahun sekali.

Kirab ogoh-ogoh digelar Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Jombang. Sejumlah kelompok umat hindu ikut ambil bagian dalam kirab ini.

Berbagai jenis ogoh-ogoh yang diarak jenis dan bentuknya.  Perayaan yang disebut tawur agung ini pun menjadi hiburan tersendiri bagi warga.

Acara yang digelar setiap menghadapi hari raya nyepi  ini menarik perhatian bukan saja masyarakat Wonosalam dan sekitarnya, namun juga warga dari kabupaten kediri dan malang.
Massa memadati tepian jalan jalur kirab. selain ogoh-ogoh, peserta juga mengarak sejumlah kesenian dan membawa sejumlah hasil bumi.

Juwadi, ketua PHDI Jombang, menjelaskan, ogoh-ogoh merupakan simbol dari sifat raksasa, seperti rakus, iri, tamak dan angkara murka yang biasa dimiliki manusia.

"Sebab umat Hindu akan memasuki masa nyepi, dimana tidak boleh ada api menyala, tidak boleh ada suara serta tidak boleh bepergian selama 24 jam," jelas Juwadi. 

Perayaan nyepi yang berdekatan dengan pesta demokrasi umat Hindu berharap, agar hajat negara tersebut berlangsung dengan lancar dan damai. (yos)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  9 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  3 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  7 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber