Berita Terbaru :
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
   

Wakil Direktur Usaid Indonesia Kunjungi Desainer Grafis Penyandang Disabilitas
Metropolis  Selasa, 05-03-2019 | 20:04 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Wakil Direktur United State Agency Inteenational Development, atau USAID Indonesia, Senin sore berkunjung ke Redaksi Tabloid Nyata untuk memantau dua penyandang disabilitas yang bekerja sebagai desain grafis. Keduanya jebolan program ayo inklusif yang dimotori oleh Jawa Pos Institute Of Pro Otonomi, atau JPIP bekerja sama dengan USAID Indonesia,

Menurut Ryan Washburn, kedatangan organisasi asal USA yang memiliki perhatian besar terhadap para penyandang disabilitas. Pihaknya ingin memastikan anak-anak muda Indonesia untuk mendapat kesetaraan dengan anak normal lainnya. Sebab ada 2,5 juta anak-anak muda, setiap tahunnya yang siap masuk dunia kerja. Diantaranya adalah para penyandang disabilitas.

Saat ditanya terkait program kerja, Ryan menjabarkan, dalam program Ayo Inklusif ini pihaknya turut memberikan pelatihan berupa soft skill maupun hard skill. Sesuai keinginan para anak muda penyandang disabilitas tersebut.

Dua penyandang disabilitas yang sukses mengais manfaat dari program Ayo Inklusif adalah Budi dan Rahmat. Kini dipercaya mengemban posisi sebagai desainer grafis di Tabloid Nyata. Budi yang juga penderita celebral palsy ini turut membagikan cerita inspiratifnya. Budi mengingat saat itu dirinya mendengar adanya program Ayo Inklusif dari komunitas disabilitas di Malang. Kemudian dirinya memberanikan diri untuk mendaftar.

Saat mengikuti program Ayo Inklusif, Budi mendapatkan pelatihan soft skill hingga hard skill. Sesuai dengan minatnya yaitu di bidang desain grafis. Kini Budi mampu membuktikan dirinya, meski fisiknya tak sama dengan anak muda normal. Budi mampu mendapat pekerjaan yang sesuai dengan minat bakatnya. (pul)


Berita Terkait

Wakil Direktur Usaid Indonesia Kunjungi Desainer Grafis Penyandang Disabilitas

Sekolah Pinggiran Dapat Bantuan USAID

Unjuk Karya Praktik dan Manajemen Sekolah USAID

USAID Gelar Pelatihan Penerapan Belajar Aktif
Berita Terpopuler
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  3 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  17 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  16 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber