Berita Terbaru :
Remisi Corona, 26 Narapidana Lapas Mojokerto Bebas Bersyarat
DAMRI Batasi Operasional Bus Cegah Penyebaran Virus
Antisipasi Virus Corona, 49 Narapidana Pulang Bebas Lebih Cepat
Cegah Virus Corona, 777 Napi di Jatim Dibebaskan
Politisi Senior KH Masykur Hasyim Tutup Usia
Daop 9 Batalkan Perjalanan Dua Kereta Api, Sampai Lebaran Ratusan Tiket Dibatalkan
Antisipasi Kedatangan Pemudik Polres Mojokerto Dirikan Posko Screening di Gerbang Tol Sumo
12 Warga Lamongan Positif Corona
Lima Pasien Positif Covid-19 Sembuh, Lainnya Membaik
Akses Keluar Masuk Desa Diperketat Secara Mandiri
Diapit Wilayah Zona Merah Bupati Dirikan Check Point di Tiga Pintu Masuk
Rumah Khusus Penampungan Warga Status ODR
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran Virus Korona
Tim Medis Periksa Seluruh Perangkat Desa Geger
   

Jelang Perayaan Nyepi, Umat Hindu Pakisaji Membuat Beragam Ogoh-Ogoh
Peristiwa  Selasa, 05-03-2019 | 17:25 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Jelang Hari Raya Nyepi yang identik dengan mengarak ogoh-ogoh untuk dibakar sebagai wujud penggambaran hawa nafsu angkara murka, umat Hindu di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, menunjukkan kreativitas membuat beragam ogoh-ogoh jenis butakala. Ogoh-ogoh ini nantinya akan diarak dan dibakar sebagai simbol menghilangkan hal buruk dalam diri.

Menyambut Hari Raya Nyepi, diwujudkan warga umat Hindu di Dusun Karangtengah itu dengan membuat ogoh-ogoh dalam berbagai bentuk berbeda-beda. Sejumlah ogoh-ogoh dalam bentuk sosok raksasa dan ogoh-ogoh lainnya dalam bentuk bakasura yang nantinya akan diarak dan dibakar menyambut Nyepi pada tanggal 7 mendatang.

Pembuatan ogoh-ogoh ini, sengaja dibuat warga umat Hindu untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Nantinya, ogoh-ogoh ini akan diarak dan dibakar sebelum ritual Nyepi tiba, setelah melakukan puasa brata selama 24 jam. "Ritual ini sebagai simbol menghilangkan sifat buruk dalam diri manusia atau angkara murka," kata Arif Budi Utomo, warga umat Hindu, pembuat ogoh-ogoh.

Selama ini, Dusun Karangtengah, Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ini dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak pemeluk umat Hindu, yang jumlahnya hampir sama dengan umat muslim. Namun kerukunan antar umat beragama di desa ini sangat dijunjung tinggi oleh warganya.

Hal itu juga merupakan upacara bentuk sambutan datangnya tahun baru saka yang akan dijalani untuk tahun ke depan agar lebih baik lagi dan bisa menghilangkan sifat-sifat buruk mereka.(end)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
5,9 Juta Pelanggan Listrik di Jawa Timur Akan Dapatkan Keringanan Pembayaran
Metropolis  7 jam

Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Metropolis  3 jam

Pendapatan Makin Menurun, Tukang Becak Makin Terdesak Kebutuhan Hidup
Peristiwa  9 jam

Physical Distancing Tutup Jalur Penarukan-Malang Guna Memutus Rantai Penyebaran ...selanjutnya
Malang Raya  3 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber