Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Diduga Penumpang Diserobot Ojol, Puluhan Sopir Angkot Lurug Kantor Dishub
Kamis, 28-02-2019 | 05:12 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Perseteruan antara sopir angkot dan angkutan berbasis online, hingga kini belum menemukan penyelesaian. Kamis siang, kedua kelompok kembali memanas dan meluruk kantor Dinas Perhubungan setempat. Pemicunya angkutan ojol diduga menyerobot penumpang angkutan kota.

Aksi lurug dilakukan oleh sopir angkutan kota dan angkutan berbasis online, di halaman Dinas Perubungan Kota Probolinggo Jawa Timur.
 
Keduanya menuntut Dishub untuk melakukan penyelesaian yang selama dua tahun ini masih belum ada keputusan resmi.
 
Aksi ini dipicu seorang sopir angkutan umum yang memergoki sopir Grab yang mengambil penumpang di area Stasiun Kota Probolinggo. Keduanya sempat berseteru hingga akhirnya dibawa ke kantor Dinas Perhubungan setempat.
 
Di kantor Dishub, kedua belah pihak kembali saling tuding soal larangan mengambil penumpang di sekitar stasiun ataupun terminal.
 
Muhamad Tirin, salah satu sopir angkot mengatakan, dalam peraturan Walikota no 116 / 2017, semua angkutan yang berbasis online dilarang mengambil penumpang di area teresebut. Namun hingga kini Dinas Perhubungan setempat belum mengambil tindakan.

"Kami menuntut seluruh angkutan yang berbasis aplikasi  harus dihapus dari Kota Probolinggo karena masih belum layak," kata Muhamad Tirin.
 
Sedangkan menurut Ketua Paguyuban Driver Online Probolinggo, Erwindo, selama ini antara driver online dan sopir angkutan kota sudah ada perjanjian secara lisan, yakni pemberlakuan zona merah untuk driver online, radius 500 meter di luar stasiun dan terminal. 

"Namun hingga kini titik-titik zona merah belum jelas karena belum ada pengajuan dari sopir angkot," kata Erwindo.
 
Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Purwantoro mengatakan, sesuai perwali Dishub Kota Probolinggo melarang operasional angkutan online.
 
Hanya saja, Dinas Perhubungan tidak bisa memberikan sanksi kepada angkutan online yang tetap beroperasi karena belum ada aturan yang jelas. Saat ini Dishub masih menunggu perangkat peraturan yang masih dilakukan uji coba di lima kota besar di Indonesia.(end)

Berita Terkait


Ibu Penarik Ojek Online Menerima Order Dengan Membawa Anak

Keamanan dan Kenyamanan Jadi Tantangan Jasa Transportasi Online

Razia Taksi dan Ojek Online, Sejumlah Kendaraan Digembosi Polisi

Pemkot Batu Luncurkan Ojek Online Sampah


Melawan Petugas, Resedivis Begal Ojek Online Asal Malang Ditembak

Terkait Kebijakan Tarif Baru Ojek Online, GoJek Telah Menyesuaikan

Pasca Lebaran, Kenaikan Tarif Ojek Online Kembali Stabil

Razia Taksi dan Ojek Online, Sejumlah Kendaraan Digembosi Polisi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber