Berita Terbaru :
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
Gubernur Jatim Kunjungi Kampung Tangguh di Zona Merah Terdampak Covid 19
Seorang Karyawati Swalayan di Ponorogo Positif Covid 19
   

Urai Kemacetan, Underpass Karanglo Justru Bikin Macet
Peristiwa  Selasa, 26-02-2019 | 09:10 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Seperti inilah suasana arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Foto: Rafli Firmansyah
Malang pojokpitu.com, Underpass (jalan bawah tanah) dibangun untuk mengurai kemacetan setelah Tol Malang-Pandaan (Mapan) dioperasionalkan. Namun, selama pembangunan berlangsung, proyek yang menghabiskan anggaran Rp 80 milliar ini justru memicu kemacetan setiap harinya.

Seperti suasana arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, tampak akses kendaraan menuju malang mengalami kepadatan sepanjang 2 kilometer.

Dari Kecamatan Lawang hingga simpang 4 Karanglo Kecamatan Singosari,Kabupaten Malang. Sementara, akses keluar Malang, kepadatan arus kendaraan terjadi hingga wilayah Arjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Kepadatan arus lalu lintas dipicu pembangunan proyek underpass di simpang empat Karanglo sejak beberapa bulan lalu. Tampak beberapa unit alat berat melakukan pengerukan di sisi timur ruas jalan. Akibatnya, ruas jalan yang dilintasi kendaraan menyempit sehingga kendaraan tidak bisa melaju kencang.

Jika memicu pembangunan underpass sendiri, pengerukan ruas jalan tidak hanya dilakukan di sisi timur. Namun juga sisi barat dan tengah. dan hal ini bisa menjadikan kemacetan lebih parah.

Adanya kondisi tersebut, membuat pengguna jalan mengeluh. Seperti Virgi, salah satu pengendara dari Kecamatan Lawang, yang mengaku harus menempuh waktu hingga 2 jam dari Lawang menuju Kota Malang. Kondisi ini telah dirasakan sejak adanya pembangunan underpass di simpang empat karanglo.

Hal senada juga diungkapkan pengguna jalan lain Andik, yang juga mengaku harus rela menjalankan kendaraanya 1 hingga 3 meter per 5 menitnya, dan kini Andik sudah menempuh waktu 1,5 jam dari wilayah Arjosari Kecamatan Blimbing menuju Kecamatan Singosari, dan seharusnya jarak tersebut bisa ditempuh selama 20 menit.

Seperti yang diketahui, proyek underpass karanglo yang mulai dikerjakan sejak awal Januari ini, diperkirakan akan rampung pada bulan Juni mendatang. (yos)

Berita Terkait

Liburan Panjang, Arus Lalin Menuju Kota Batu Padat Merayap

Urai Kemacetan, Underpass Karanglo Justru Bikin Macet

Cari Solusi Kemacetan, 3 Kepala Daerah Bertemu di Malang

Siang Ini Jalur Malang Surabaya Padat Merayap
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  11 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  9 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  8 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber