Berita Terbaru :
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
   

Pertamina Konsen Tingkatkan Penggunaan LPG Non Subsidi
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 25-02-2019 | 17:56 wib
Reporter : Selvy Wang
Ibnu Chouldum, GM Pertamina MOR V.
Surabaya pojokpitu.com, Penggunaan LPG non subsidi yang masih rendah jika dibandingkan LPG bersubsidi, menjadi konsen Pertamina agar masyarakat mau menggunakannya, apalagi bagi mereka yang mampu. Dari data yang ada, LPG non subsidi kebanyakan hanya digunakan oleh segmen hotel, restauran dan kafe.

Masih minimnya penggunaan gas LPG non subsidi di masyarakat, menjadi catatan Pertamina untuk terus menggenjot penggunaannya, apalagi bagi yang mampu.  Berdasarkan data Pertamina MOR V, penjualan produk gas non subsidi atau bright gas di area Jatim Bali dan Nusra. Selama  2018 hanya sekitar 15.023 metrik ton naik 10 persen daripada 2017. Sedangkan di 2019 ini ditargetkan mampu mencapai 23208 metrik ton.

Capaian penjualan LPG non subsidi ini sangat jauh jika dibanding dengan konsumsi bulanan LPG bersubsidi yang mencapai 94,6 ribu metric ton per bulan.

Menurut Ibnu Chouldum, GM Pertamina MOR V, pihaknya tengah konsen mensosialisasikan pada konsumen mengenai LPG non subsidi. Seperti pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah agar mengimbau tiap aparatur sipil negara menggunakan LPG non subsidi. Termasuk bekerja sama dengan pesantren.

LPG non subsidi sendiri banyak digunakan oleh segmen hotel , restauran dan kafe, dengan kontribusi hingga 70 persen dari total penjualan.

Untuk diketahui, harga per tabung LPG non subsidi tabung 3 kilogram, yakni sekitar Rp 180 ribu, dengan harga isi ulang Rp 39 ribu. Ada juga kemasan lain, yakni  12 kilogram, 5,5 kilogram dan 220 gram. Selain isi gas yang sama, beda produk ini dengan produk LPG subsidi, hanya pada keamanan tabung dengan sistem katup ganda yang bersegel hologram serta jaminan keasliannya dengan barcode yang dapat di-scan.(end)

Berita Terkait

Pertamina Konsen Tingkatkan Penggunaan LPG Non Subsidi
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  15 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  17 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  16 jam

Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber