Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Citizen Journalism 

Sebagai peserta terdiri atas penggiat komunitas sastra pesantren, mulai dari dosen, guru, santri putera dan santri puteri. Foto Mashuri
BBJT Gelar Pelatihan Penulisan Kritik Sastra Pesantren
Rabu, 20-02-2019 | 17:27 wib
Oleh : A Mashuri
Situbondo pojokpitu.com, Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) bekerja sama dengan Universitas Ibrahimy PP Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, menggelar pelatihan penulisan kritik sastra pesantren. Acara tersebut digelar pada 20-21 Februari 2019 di PP Salafiyah Syafiiyah Sukorejo.

Terkait acara tersebut, Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Mustakim, menyatakan bahwa pelatihan penulisan adalah program Bimtek Komunitas Baca yang dikhususkan untuk komunitas baca di pesantren.

"Komunitas baca di Jawa Timur sangat beragam. Salah satunya adalah pesantren. Nah, di pesantren ini, penulisan sastra memiliki kekhasan, kekuatan, dan mencerminkan nilai-nilai pembentukan karakter," tutur Mustakim.

Pihak PP. Salafiyah Syafiiyah Sukorejo menyambut antusias pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan, muncul guyonan bila peserta tidak dibatasi, semua santri mau ikut acara tersebut. Dari 50 peserta yang ditentukan, yang ikut sampai 80 orang.

"Kami melihat bahwa acara ini serius dan penting, karena dekat dengan kehidupan dan dapat sebagai media penyampai kebenaran dengan indah," tegas Prof. Yasid Rektor Universitas Ibrahimy, mewakili pihak pesantren.

Sementara itu, ketua panitia, Mashuri menjelaskan, diadakannya acara di PP. Salafiyah Syafiiyah Sukorejo karena pesantren tersebut sangat lekat dengan hal-ihwal sastrawi dalam sejarahnya. Selain itu pengasuhnya, para santri aktif bersastra hingga kini. Bahkan, sebuah sanggarnya, Sanggar Cermin, pernah menerima perhargaan komunitas sastra terbaik dari Balai Bahasa Jawa Timur, beberapa tahun lalu.

"Beberapa pesantren di Jawa Timur memiliki gairah kesusastraan yang menggembirakan. Adapun pesantren Sukorejo memiliki kedekatan khusus dengan sastra, mulai dari Kiai Asad hingga pengasuh kini, yaitu Kiai Azaim. Termasuk diadakannya Muktamar Sastra tahun 2018 lalu, di sana," kata Mashuri.

Sementara itu, pelatihan kali ini difokuskan pada penulisan kritik sastra dengan pertimbangan bahwa kritik sastra masih sangat kurang dalam ekosistem sastra pesantren. Kritik sastra yang dimaksudkan adakah kritik puisi karena kecenderungan sastra pesantren berbentuk puisi, yang memang menyatu dalam sistem pendidikan di pesantren dalam keseharian.

Sebagai narasumber dalam bimtek terdiri atas kalangan sastrawan, bahasawan dan ahli sastra. Di antaranya adalah Tengsoe Tjahyono (Unesa), Akhmad Taufiq (Unej), Indra Tjahyadi (Unair/DKJT), dan Hero Patrianto (Balai Bahasa Jawa Timur).

Materinya teori dan pengertian puisi, macam-macam kritik sastra/puisi, kiat-kiat penulisan kritik sastra/puisi, dan strategi penyuntingan dan pendayagunaan bahasa. Materi tersebut disesuaikan dengan potensi peserta.

"Pondok pesantren ini memiliki potensi besar dalam dunia penulisan. Para pesertanya memiliki kesadaran sastra tinggi. Acara ini tepat dan menarik, apalagi fokusnya adalah kritik sastra yang selama ini langka dalam jagat sastra," tutur Tengsoe Tjahyono. (pul)

Berita Terkait


Kabar Duka, Sastrawan Arswendo Atmowiloto Berpulang

BBJT Gelar Pelatihan Penulisan Kritik Sastra Pesantren

Inalillahi, Sastrawan dan Pelukis Danarto Meninggal

Minta Izin Sultan Cirebon, Sastrawan Ajib Bakal Nikahi Nani Wijaya


Muktamar Sastra Nusantara 2018 Digelar di Pondok Pesantren Salafiyah SyafiIyah Sukorejo

Mengembangkan Jati Diri Bangsa, Melalui Bahasa dan Sastra

Inalillahi, Sastrawan dan Pelukis Danarto Meninggal

Kembali Tegaskan Identitas Surabaya Sebagai Kota Sastra

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber