Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Tersangka dijerat pasal 378 KUHP dengan ancama hukuman 4 tahun penjara. Foto Kris
Ngaku Bisa Loloskan CPNS, Ari Huda Tipu Korbannya Rp 52 Juta
Rabu, 20-02-2019 | 16:41 wib
Oleh : Kriswanto
Berita Video : Ngaku Bisa Loloskan CPNS, Ari Huda Tipu Korbannya Rp 52 Juta
Madiun pojokpitu.com, Seorang pria asal Tulungagung ditangkap Polres Madiun Kota atas kasus penipuan. Pelaku menjanjikan kepada korban bisa meloloskan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pelaku Ari Huda (48) warga Desa Demuk Kecamatang Pucanglaban Kabupaten Tulungagung kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ari dilaporkan atas kasus penipuan terkait rekrutmen CPNS tahun 2016 lalu. Pelaku menipu Muhammad (44) warga Kelurahan Kelun Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun.

Iptu Sujarno, Kenit Pidek Polres Madiun Kota menjelaskan, tersangka menawarkan kepada korban masuk menjadi PNS tanpa melalui tes dengan membayar uang sebesar Rp 52 jura. Uang tersebut dikirimkan korban dengan cara transfer secara bertahap. Namun, sampai batas waktu yang dijanjikan, korban tidak juga diangkat menjadi PNS, serta uang yang telah diserahkan tidak dikembalikan.

"Barang bukti yang diamankan diantaranya buku rekening serta foto copy kwitansi penyerahan uang," kata Iptu Sujarno. (pul)

Berita Terkait


Tipu Korban Hingga Ratusan Juta, Pelaku Penipuan CPNS Diamankan Polisi Trenggalek

Tahun Ini Pemkab Bojonegoro Usulkan Rekrutmen CPNS dan CPPPK

Plt Bupati Malang Serahkan SK CPNS

Pemprov Jatim Usulkan 2 Ribu Lebih Formasi Penerimaan CPNS


Usai Pemilu, Pemkab Madiun Akhirnya Angkat 341 CPNS

Hingga Bulan Mei Ini, SK CPNS Pemkab Madiun Belum Turun

Ratusan Guru Dilantik CPNS, Dindik Jatim Mengaku Masih Kekurangan

Korban Penipuan Penerimaan CPNS Senilai Ratusan Juta Rupiah Laporkan ke Polisi

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber