Berita Terbaru :
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
   

Purnawirawan TNI Ini Laporkan Seseorang Yang Gelapkan SK Pensiun
Peristiwa  Rabu, 20-02-2019 | 14:07 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Seorang purnawirawan TNI yang sudah dalam kondisi sakit-sakitan, melapor ke Polres Malang terkait penggelapan SK pensiun yang dimasukkan ke dalam bank.

Korban penggelapan Kemis (66) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang datang ke Polres Malang dengan didampingi keluarga dan LSM. Korban diterima dan diarahkan langsung ke Unit Reskrim Polres Malang yang sedang piket.

Korban Kemis pensiunan TNI ini kondisinya semakin sakit-sakitan akibat mimikirkan SK pensiun yang ditangani istrinya Tiamah. Kondisi perekonomian yang kurang stabil, membuat Tianah harus mencari hutang kesana kemari. Hingga akhirnya bertemu terlapor berinisial WW warga asal Kecamatan Singosari dan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 7 juta.

Hal itu sudah berjalan sejak 2012 silam. Pihak terlapor dalam mencairkan uang pinjaman bank, juga memalsukan KTP kemis serta tandatangan pinjaman yang dipalsukan.

Dengan jaminan, terlapor WW meminta SK pensiun suami. Hingga tanpa sepengetahuan korban, SK telah dijaminkan ke bank untuk mendapatkan pinjaman sebanyak ratusan juta.

Korban yang tidak mengetahui hal tersebut, harus dipotong gaji pensiunannya setiap bulan sebesar Rp 2 juta lebih. Padahal gaji Kemis hanya menyisakan uang Rp 250 ribu saja.

Menurut Chandra Febriyanto, pendamping korban Kemis, pihaknya melaporkan ke Polres Malang terkait pemalsuan KTP dan tandatangan. Serta meminta tanggung jawab bank atas keteledoran yang dilakukan. "Diperkirakan pinjaman terlapor WW di bank bernilai ratusan juta, dan kini masih tersisa Rp 115 juta," kata Chandra Febriyanto. (pul)

Berita Terkait

Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan

Tenda Barak TNI Untuk Karantina Pemudik Dari Zona Merah Covid 19

Rekonstruksi Penusukan Oleh Oknum TNI Disaksikan Istri Korban Andre Firmansyah

Merawat Keberagaman Etnis di Surabaya Demi Keutuhan NKRI
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  5 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  6 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  4 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber