Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Citizen Journalism 

Demokrasi Indonesia, Demokrasi Galau, BEM-I IAIN JEMBER Gelar Dialog Kebangsaan
Selasa, 19-02-2019 | 14:01 wib
Oleh : M. Taufikur Rahman
Jember pojokpitu.com, Badan Eksekutif Mahasiswa Institut IAIN Jember gelar dialog kebangsaan menjelang Pilpres 2019, guna untuk menjawab keresahan masyarakat dalam berdemokrasi. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional.

BEM-I IAIN Jember gelar dialog kebangsaan yang dilaksanakan pada Selasa (19/2) pagi, di gedung kuliah terpadu lantai 3 IAIN Jember dengan mengusung tema Demokrasi Indonesia, Demokrasi Galau.

Agenda besar tersebut pertama kali diselenggarakan oleh BEM-I IAIN Jember dan belum dilaksanakan di kampus Jawa Timur.

Dialog kebangsaan tersebut dihadiri oleh ribuan mahasiswa IAIN Jember, serta beberapa kampus yang ada di Jawa Timur.

Sejumlah tokoh yang didatangkan olehg panitia diantaranya, menteri sekretaris di era Presiden Abdurrahman Wahid, Ir Bondan Gunawan, ketua persada agung, KH. Ayyub Syaiful Rizal, serta ketua PBNU, Drs. H.M. Imam Aziz.

Erfan Efendi Spd.i Mabinbem menuturkan, pada kontestasi politik tahun ini yang memberikan pemahaman betul adalah mahasiswa. Sehingga pengurus BEM-I IAIN Jember harus melakukan konsolidasi kesetiap dosen.

"Tujunanya meminta mahasisnya mengikuti kajian dialog kebangsaan ini, dalam meningkatkan perekonomian era 4.0 ini," jelas Erfan Efendi.

Presiden mahasiswa, Muhammad yusuf dalam sambutanya mengatakan, pada tahun 1998 mahasiswa melahirkan sejarah baru era orde baru masa pemerintahan Soeharto, yang mengeksekusi kepemerintahan nya dengan aksi besar-besaran.

"Karena saat itu Indonesia terancam mati dari segi ekonomi dan sosialnya, sehingga membunuh karakter bangsa" jelas M. Yusuf.

Sementara Rektor IAIN Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, berharap kegiatan ini mampu menampung semua keresahan yang ada dimasyarakat.

"Kami berharap dengan diselenggarakannya dialog ini mampu menampung segala kegelisahan masyarakat umum dalam proses Pilpres 2019 ini. " Ujar Prof. Dr. H. Babun Suharto.

Dalam penyampaiannya KH. Ayyub Syaiful rizal, menyampaikan, negeri ini dipimpin oleh kaum intelektual, tapi tidak tuntas dan hanya dijadikan formalitas. "Dalam memimpin tidak menuaikan suatu keberhasilan, tapi lebih banyak benalu dinegeri ini," kata KH. Ayyub Syaiful Rizal.

Sementara Drs. H.M. Imam Aziz, dalam pemaparanya menyampaikan, kegalauan di negeri ini disebabkan oleh politik identitas, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat dan tidak teratur dalam implementasinya. "Solusi dari hal ini adalah mahasiswa perlu ada refleksi dan gerakan-gerakan idealis" jelas ketua PBNU tersebut.

Ir. Bondan Gunawan, menyampaikan saat era zaman pemerintahan gus dur atau Abdurrahman Wahid lalu, benar-benar berangkat dari nurani, serta sesingkat mungkin melaksanakan konferensi kenegaraan pada 1995.

"Orientasi kepemerintahannya demi kemaslahatan rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok oposisi yang karna mendukung", jelas ir. Bondan gunawan

Dengan danya kegiatan tersebut diharapkan bisa membuka wacana publik dalam kegalauan demokrasi era politik tahun ini. Tentunya, mahasiswa bukan dikendalikan keadaan, tapi harus mampu mengendalikan. (yos)

Berita Terkait


Demokrasi Indonesia, Demokrasi Galau, BEM-I IAIN JEMBER Gelar Dialog Kebangsaan


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber