Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Foto istimewa Gerakan Putra Daerah (GPD)
Gerakan Putra Daerah Tuding Ada Korupsi Pekerjaan PUPR Rp 28 Miliar
Senin, 18-02-2019 | 09:53 wib
Oleh : Pulung Aji
Surabaya pojokpitu.com, Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap beberapa pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), tetap saja tidak membuat takut jajarannya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Surabaya-Waru.

Menurut Wanto juru bicara Gerakan Putra Daerah (GPD) seperti yang dikutip laman media potretkota.com, salah satu kejanggalan itu pada akhir Tahun 2017 lalu, BBPJN VIII membuka lelang Preservasi Rehabilitasi Jalan Kenjeran-Sidorame Surabaya dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 39 miliar. Proyek kemudian dimenangkan oleh PT Feva Indonesia, dengan harga penawaran Rp 28 miliar.

"Padahal ada penawar lain yang lebih rendah, yakni PT Kalisuruh Karsa Mandiri dan PT Modern Makmur Mandiri, namun tetap PT Feva Indonesia yang menang," jelas Wanto
 
Padahal dalam pelaksanaannya, sebagai pemenang, PT Feva Indonesia meminta anak perusahaan PT Mix Pro Indonesia untuk melakukan pekerjaan di Jalan Kenjeran-Sidorame Surabaya, pada pertengahan tahun 2018.

"Terkait pekerjaan Jalan Kenjeran-Sidorame Surabaya, ada indikasi korupsi. Sebab anggaran negara Rp 28 miliar, informasinya sudah terbayar semua, namun masih banyak item pekerjaan yang belum tergarap atau tidak sesuai spek," Tuding wanto.

Diantara pekerjaan itu, pada karb baru (pengecatan ulang), tidak melakukan pekerjaan FC 10, ataupun ketebalan aspal dibeberapa titik Jalan Kenjeran-Sidorame Surabaya.

"Jika pihak Kontraktor tidak mengerjakan beberapa item saja, seharusnya Kementerian PUPR tidak membayar sepenuhnya. Sisa uang yang tidak digarap, harus dikembalikan ke negara," tegas Wanto.

Terkat masalah ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah pekerjaan Jalan Kenjeran-Sidorame Surabaya. Termasuk Eko Andrianto, dan Chief Executive Officer (CEO) PT Feva Indonesia Agus Wibowo Wisudanto belum juga belum dapat dikonfirmasi. (wah/pul)

Berita Terkait


Gerakan Putra Daerah Tuding Ada Korupsi Pekerjaan PUPR Rp 28 Miliar

Akhir Tahun, DPUPR Magetan Habiskan Rp 9,3 Miliar Untuk Jalan

Kementrian PUPR Harus Batasi Kendaraan di Jembatan Suramadu

Kunjungan Menteri PUPR Disambut Aksi Demo Warga


Akhir Tahun, DPUPR Magetan Habiskan Rp 9,3 Miliar Untuk Jalan

Pasca Insiden Penyerangan di Papua, Menteri PUPR Sebut Proyek Trans Papua Akan Dilanjutkan

Dihadapan Ratusan Millenial Surabaya, Menteri PUPR Pamer Keberhasilan Pemerintah Bidang Infrastruktur

Kementrian PUPR Harus Batasi Kendaraan di Jembatan Suramadu

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber