Berita Terbaru :
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
   

Penderita Demam Berdarah di Lumajang Meningkat
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 13-02-2019 | 05:20 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Penderita demam berdarah di Lumajang, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, 1 orang anak meninggaal dunia. Untuk mengantisipsi penularan nyamuk aedes aigypti, Dinas Kesehatan setempat melakukan fogging.

Pasien demam berdarah di Rumah Sakit Dokter Haryoto, Lumajang, rata-rata didominsi oleh anak-anak. Pada bulan Januari kemarin pasien demam berdarah mencapai 4 pasien, sementara pada bulan Febrauri mencapai sembilan orang.

Dari jumlah tersebut, 1 orang meninggal dunia atas nama Safira Maulidiya, warga Kelurahan Kepuharjo, Lumajang.

Pasca kejadian meninggalnya pedenrita demam berdarah tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan setempat, langsung melakukan fogging atau pengasapan, di rumah dan lingkungan korban demam berdarah.

Askab Hariyanto, kepala seksi penyakit menular dinkes lumajang, mengatakan, dari data Dinas Kesehatan Lumajang, tahun ini kasus demam berdrah memng ada trend kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Sejak Januari hingga Februaari tahun ini, ada sekitar 14 warga yang terkena demam berdarah dan satu diantraanya meninggl dunia. Sementara bulan Januari-Februari tahun lalu hanya mencapai empat orang.

"Data tersebut memang berbeda dengan data rumah sakit. Sebab, di rumh sakit itu pasiennya termasuk dari luar Kota Lumajang," jelas Askab Hariyanto.

Petugas kesehatan meminta masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan lingkungan dengan tetap melakukan tiga M, menguras, menutup, dan menimbun barang bekas. (yos)

Berita Terkait

Dinkes Catat 48 Kasus DBD, 1 Pasien Meninggal Sepanjang Tahun 2020

Periode Januari-Maret Hanya 3 Penderita DBD Meninggal Dunia

Demam Berdarah, 2 Penderita Meninggal

Unik, Pakai Kostum Nyamuk, PNS Berburu Jentik
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  12 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  14 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  13 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber