Berita Terbaru :
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP
Efektivitas Rendah, Rapid Tes Tak Perlu Berbayar
Kasus Covid-19 di Pacitan Meningkat Tajam, PLTU Jadi Ancaman Kluster Lokal
Akan Ada Revisi Perbup dan Perwali Untuk Percepat Penanganan Covid
Pandemi Covid 19, Kasus Narkoba Meningkat Didominasi Pengedar Lama
Sempat Rawat Inap di Puskesmas Selama 5 Hari, Santoso Tewas di Jalan Setapak Diduga Terpeleset
Polda Jatim Bentuk Satgas Nusantara Amankan Pilkada Di Masa Pandemi
Bakal Dikerjakan II Tahap, Revitalisasi Pasar Watualang Telan Biaya Hampir Rp 4 Miliar
Satpol PP Siap Turunkan Paksa Baliho Bodong
Kepala Bappeda Jatim Saat Ini Sedang Menjalani Perawatan Di Rumah Sakit Dokter Soetomo
Viral Press Ban Harga Rp 600 Ribu
Seorang Santri Gontor Ponorogo Terpapar Covid 19
   

Pelajar Dilibatkan Pencegahan DBD
Mataraman  Selasa, 12-02-2019 | 04:07 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang terus meluas di Kabupaten Ngawi, para pelajar dilibatkan dalam pemberantasan sarang nyamuk. Lingkungan sekolah, menjadi salah satu zona rawan serangan nyamuk aedes aegipty.

Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, dilakukan di sekolah menengah pertama negeri 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi.

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar bersama sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan setempat, ikut serta  memeriksa jentik di toilet  sekolah.

Kegiatan ini dilakukan, untuk mengantisipasi meningkatnya serangan penyakit demam berdarah. Dalam 3 bulan terakhir, di Kabupaten Ngawi, korban DBD tercatat sebanyak 588 warga, 5 orang diantaranya meninggal dunia.

Ironisnya salah satu korbannya seorang pelajar, yaitu  Ayunda Rizky Wijaya, (9) siswi kelas 3 SD Muhammadyah 1 Ngawi. Gadis kecil tersebut, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, di rumah sakit.

Ony Anwar, Wakil Bupati Ngawi, mengatakan, setiap sekolah di Kabupaten Ngawi, diwajibkan setiap 1 Minggu sekali melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

Barang bekas yang dapat menampung air hujan, segera disingkirkan dan dimusnahkan, untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk aedes aegipty.

"Saya berharap pelajar meningkatkan kewaspadaan, karena lingkungan sekolah rawan serangan nyamuk aedes aegipty, yang berlangsung sekitar jam 8 hingga jam 10 pagi," ucap Ony Anwar.

Serangan demam berdarah, dalam kurun waktu 3 bulan terakhir juga mewabah di Kecamatan Pitu. Salah satu pelajar SMP negeri 1 Pitu, juga menjadi korban, namun tidak sampai sakit parah.

Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), juga digelar di sejumlah sekolah lainnya yang terindikasi penularan demam berdarah. Biasanya sebelum dilakukan PSN, sekolah sudah dilakukan pengasapan terlebih dahulu. (yos)

Berita Terkait

Kasus DBD Bojonegoro Capai 67 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia.

Dinkes Ngawi Terkesan Tertutup Data Jumlah Penderita DBD

Dinkes Catat 48 Kasus DBD, 1 Pasien Meninggal Sepanjang Tahun 2020

Periode Januari-Maret Hanya 3 Penderita DBD Meninggal Dunia
Berita Terpopuler
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  8 jam

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  8 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  11 jam

Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber