Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Jembatan Ambruk, Warga 3 Desa Kesulitan Beraktifitas
Mataraman  Jum'at, 05-06-2015 | 19:47 wib
Reporter : Imam Mabrurin
pojokpitu.com, Jembatan pengubung 3 desa yang ambruk sejak Januari lalu, hingga saat ini belum mendapat penanganan dari pemerintah daerah Bojonegero. Hal ini mengekibatkan warga kesulitan melakukan aktifitas, terutama anak sekolah.


Jembatan yang ambruk itu merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan Desa Trembes, Ledok dan Gedangan menuju Desa Sukorjo, Kecamatan Malo Bojonegoro. Penyebab ambruknya jembatan adalah banjir yang terjadi awal Januari lalu. Saat ini, kondisi jembatan makin memprihatinkan.

"Jembatan ini panjangnya 30 meter. Ini merupakan akses satu-satunya 3 desa menuju kecamatan yang dibangun puluhan tahun lalu," kata Lasmidi, seorang warga, Jumat (5/6). 
 
Menurutnya, karena tak mendapatkan perhatian pemerintah, warga akhirnya bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu. Jembatan yang menghubungkan 3 desa tersebut dapat dilewati, khususnya anak sekolah yang harus bersekolah di desa sebelah atau di Kecamatan Malo karena di desa Trembes tidak terdapat sekolah.

"Jembatan darurat tersebut tidak dapat menopang beban yang terlalu berat. terlebih saat aliran sungai sedang deras. Jika tidak dibuatkan jembatan darurat, masyarakat harus memutar sejauh 4 kilometer untuk menuju desa sebelah ataupun Kecamatan Malo," urai Lasmidi.
 
Warga menyesalkan pemerintah yang tidak tanggap dengan rusaknya jembatan tersebut. Warga desa dan pihak kecamatan sudah berulang kali mengirimkan surat permintaan agar jembatan segera diperbaiki. Tetapi hingga sekarang belum ada respon positif dari pemerintah Bojonegoro.(ern/*#)

Berita Terkait

Jembatan Roboh di Dau Telah Dipantau DPRD Kabupaten Malang

Jembatan Penghubung Antar Desa Ambruk, 100 KK Terisolasi

BPBD Jombang Kesulitan Evakuasi Potongan Jembatan Terseret Enceng Gondok

Kiriman Enceng Gondok Putuskan Jembatan Desa
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  11 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  9 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  11 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber