Berita Terbaru :
Razia Kos Sewa Drive Thru, Tujuh Pasangan Mesum Diamankan Petugas Gabungan
New Normal, Bukit Teletubbies dan Seluruh Objek Wisata Dibuka untuk Kunjungan
Dokter RSJ Menur Meninggal Dunia Terpapar Covid 19
Kembali Terpilih Jadi Ketua Golkar Tuban, Lindra Akan Kembalikan Kejayaan Golkar
Ada Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup Lagi
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Tuban Justru Turun
Amitabh Bachchan Positif Covid-19
Tak Pakai Masker, Dihukum Push Up dan Membersihkan Jalan
Jadi Saksi Kasus Dugaan Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Ini Pengalaman Berharga
Musim Panen, Petani Merugi Harga Cengkeh Anjlok
Cantiknya Lampu Hias Dari Pipa Paralon Bekas
Duh, Honor Panitia Asian Games 2018 Ternyata Belum Dibayar Semua
Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
   

Cegah DBD, Emak-Emak Bikin Ramuan Perangkap Nyamuk
Metropolis  Minggu, 10-02-2019 | 06:15 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Angka demam berdarah di Jawa Timur terhitung cukup tinggi, bahkan data menunjukkan di Jawa Timur sudah ada 55 orang yang meninggal dunia akibat demam berdarah. Mengantisipasi tingginya kasus DBD di musim penghujan, puluhan emak-emak Rungkut Mapan Barat, berinovasi membuat ramuan unik sebagai perangkap nyamuk.

Tingginya kasus demam berdarah dengue di jawa timur, bahkan mencapai 3.686 kasus, membuat puluhan emak-emak Rungkut Mapan Barat tergerak untuk membuat ramuan unik anti nyamuk. Ramuan tersebut berperan sebagai perangkap nyamuk, untuk menekan penyebaran nyamuk aides aigepti.

Bahan untuk membuat ramuan ini mudah di dapatkan disekitar kita, cukup berbekal gula merah, ragi, dan air panas, serta botol air mineral bekas dan plastik hitam sebagai perangkapnya.

Sri Rahmawati, pembuat ramuan perangkap nyamuk, mengatakan, cara membuatnya cukup dengan mencampurkan gula merah dengan air panas, kemudian aduk hingga larut dan tunggu hingga larutan menjadi dingin.

"Sembari menunggu dingin, botol air mineral besar di potong menjadi dua lalu dibungkus dengan plastik hitam," jelas Sri Rahmawati.

Plastik hitam ini digunakan untuk menarik nyamuk agar mendekat ke perangkap. Setelah larutan dingin, air gula merah di masukkan kedalam botol dan dicampur dengan ragi.

Larutan perangkap nyamuk tersebut dapat di letakkan di rumah, di kamar tidur, serta kamar mandi yang dinilai menjadi sarang nyamuk.

Sementara untuk mengurangi sarang nyamuk, warga juga melakukan fogging secara berkala di selokan-selokan yang tergenang air. (yos)



Berita Terkait

Kasus DBD Bojonegoro Capai 67 Orang, 1 Orang Meninggal Dunia.

Dinkes Ngawi Terkesan Tertutup Data Jumlah Penderita DBD

Dinkes Catat 48 Kasus DBD, 1 Pasien Meninggal Sepanjang Tahun 2020

Periode Januari-Maret Hanya 3 Penderita DBD Meninggal Dunia
Berita Terpopuler
IAKMI: PSBB Transisi dan Proporsional Hanya Menyesatkan Saja
Metropolis  16 jam

Mayat Pria Ditemukan di Sungai Beserta Motornya
Peristiwa  15 jam

Lima Ahli Waris dari Tenaga Kesehatan yang Meninggal Terima Penghargaan
Covid-19  15 jam

Pemuda Asal Krian Ini Ngamen Untuk Nyabu
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber