Berita Terbaru :
Diduga Korsleting Listrik, Atap Rumah Terbakar
Ratusan Pekerja Seni dan Pemilik Usaha Sound Sistem di Banyuwangi Gelar Aksi di Depan Kantor Gugus Tugas Covid-19
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
   

Dikenal Rakus Memakan Jentik, Ikan Cupang Ramai Permintaan
Mataraman  Senin, 04-02-2019 | 21:17 wib
Reporter : Agus Bondan
Berita Video : Dikenal Rakus Memakan Jentik, Ikan Cupang Ramai Permintaan
Tulungagung pojokpitu.com, Merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) diberbagai daerah, membawa berkah tersendiri bagi petani ikan cupang di Tulungagung. Sejak sekitar sebulan terakhir, permintaan ikan predator jentik nyamuk ini mengalami peningkatan hingga 60 persen. Tidak hanya dari Tulungagung saja, permintaan juga banyak berdatangan dari luar pulau jawa.

Dikenal rakus memakan jentik nyamuk disaat penyakit demam berdarah merebak saat ini ikan cupang menjadi buruan warga. Selain disukai karena tampilannya yang cantik, ikan cupang dimanfaatkan warga untuk membasmi perkembang biakkan nyamuk.

Ramainya permintaan ikan yang memiliki nama latin betta sp ini, menjadi berkah tersendiri bagi Aris Setyobudi. Sejak sebulan terakhir, pesanan ikan cupang yang diterima warga Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Tulungagung ini, meningkat hingga 60 persen.

Jika sebelumnya permintaan rata-rata 2 ribu ekor perminggu, kini meningkat menjadi 3 ribu ekor perminggu. Pesananpun tidak hanya datang dari kota-kota di pulau Jawa  namun datang juga dari berbagai kota di luar Pulau Jawa, diantaranya Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Bali.

Ikan cupang ini oleh Aris Setyobudi dijual kepelanggannya seharga Rp 2 ribu hingga Rp 3.500 per ekor, tergantung jenis dan ukuran ikan.

"Ikan cupang yang biasa di jual ini telah berumur 1 setengah bulan setelah dilakukan pembesaran di kolam koloni," kata Aris Setyobudi.

Ikan cupang pada siang hari cenderung aktif di dasar air kolam dan malam hari aktif diatas permukaan air, jika dipakani jentik nyamuk kualitasnya menjadi sangat baik dibanding diberi pakan cancing sutera. Karena akan muncul warna yang lebih tajam, fisiknya lebih bagus, agresif dan telur penghasil anakan lebih bagus.

Tidak heran jika pada saat penyakit berdarah merebak, ikan cupang bisa menjadi alternatif untuk pemberantasan jentik nyamuk. Karena ikan cupang rakus, satu ekor ikan cupang yang ditaruh di bak mandi rumah akan mampu memangsa seluruh jentik.

Ukuran ikan yang kecil juga tidak banyak menghasilkan kotoran maupun menimbulkan bau amis. (yos)

Berita Terkait

Musim Hujan, Budidaya Ikan Cupang Ponorogo Kebanjiran Order

Budidaya Ikan Cupang Beromset Jutaan Rupiah Tiap Bulan

DBD Mewabah, Ikan Cupang Laris Manis Diburu Warga

Dikenal Rakus Memakan Jentik, Ikan Cupang Ramai Permintaan
Berita Terpopuler
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Peristiwa  4 jam

Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  7 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  7 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber