Berita Terbaru :
Pemkab Sidoarjo Sewa 2 Hotel Untuk Isolasi Pasien OTG Covid 19
12 Wartawan Jalani Rapid Test Kedua, Hasilnya Non-Reaktif
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Kerajinan Miniatur Surfing dan Boneka Danbo Terbuat Dari Kayu Limbah
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 02-02-2019 | 07:30 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Potongan kayu limbah jenis pohon bintaos ditangan seorang pengrajin asal Kecamatan Kendit Situbondo, disulap menjadi kerajinan miniatur. Surfing, boneka danbo dan gantungan kunci muslimat ditahun 2019 banyak diminati pembeli.

Seperti aktifitas produksi dari para karyawan pengrajin asesoris gantungan kunci dan surfing milik Saifullah. Pria berusia 47 tahun ini menekuni usaha kerajinan rumahan di Klatakan Kecamatan Kendit.

Belasan karyawan tak henti-hentinya setiap hari berproduksi miniatur dari kayu limbah pohon bintaos. Produksi miniatur surfing, gantungan kunci danbo serta kerajinan muslimat kian diminati di pasar lokal dan luar negeri.

Tahapan dalam pembuatan kerajinan miniatur ini bahan dasar kayu limbah, mesin alat pemotong, penyepetan dan finising gantungan. diawal tahun 2019 ini , kerajinan rumahan milik Saiful banjir orderan .

Dalam kondisi normal , produksi kerajinan menghasilkan 500 buahminiatur acsesoris. Lain halnya jika permintaan mengalami peningkatan, produksi bisa mencapai 100 biji miniatur surfing, danbo serta gantungan mkunci muslimat .

"Untuk pesanan miniatur harga satuan untuk grosir, sebesar seribu rupiah, sedangkan untuk harga eceran dihargai dua ribu lima ratus rupiah per item miniatur," kata Saifullah.

Seiring meningkatnya order pesanan terhadap pengrajin tersebut, dalam sebulan keuntungan mencapai Rp 10 juta. Sulitnya bahan baku kayu limbah dari pohon bintaos, para pengrajin terpaksa membeli di Kota Bondowoso dan Jember. (yos)

Berita Terkait

Napi Rutan Ponorogo Sulap Barang Bekas Jadi Rupiah

Mengubah Kertas Bekas Menjadi Aneka Kerajinan

Permintaan Kerajinan Gerabah Cobek Masih Meningkat

Heru Mengisi Liburan Dengan Membuat Aquascape
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  9 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  8 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  7 jam

Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber