Berita Terbaru :
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Komunitas Gus Durian Bantu Umat Konghucu Bersihkan Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan
Peristiwa  Rabu, 30-01-2019 | 19:30 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Nuansa berbeda nampak pada kegiatan bersih-bersih Klenteng Tjoe Tik Kiong di Pasuruan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan bersih-bersih klenteng hanya dilakukan oleh umat konghucu. Namun pada tahun ini, sejumlah anggota komunitas pecinta Gus Dur atau Gus Durian Pasuruan, ikut berpartisipasi membantu membersihkan klenteng, sebagai wujud kerukunan umat beragama.

Sepekan jelang perayaan tahun baru Imlek ke 2.570, umat konghucu di Kota Pasuruan, mulai melakukan kegiatan bersih-bersih Klenteng Tjoe Tik Kiong.

Namun ada nuansa yang berbeda pada saat kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di Klenteng Tjoe Tik Kiong. Empat anggota dari komunitas pecinta Gus Dur atau Gus Durian Pasuruan, nampak ikut berpartisipasi membersihkan sejumlah patung dewa, yang berada di dalam klenteng.

"Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan seminggu sebelum perayaan Imlek, yang dibantu oleh Komunitas Gus Durian Pasuruan ini bertujuan membersihkan patung-patung dewa, karena dengan bersihnya klenteng, dipercaya dapat menghilangkan aura negatif dan mendatangkan aura positif bagi umat konghucu," kata Kasi Keagamaan Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan, Yudi Dharma Santoso.

Dengan adanya bantuan dari Gus Durian ini diapresiasi dari berbagai pihak, khususnya dari Ketua Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan, Agus Sugiarto, mengaku senang dan berterima kasih kepada anggota Gus Durian karena telah membantu membersihkan klenteng, termasuk membersihkan patung dewa.

Kegiatan yang dilakukan oleh Gus Durian Pasuruan ini, merupakan wujud dari toleransi umat beragama, yakni saling menghormati dan menghargai meski berbeda agama dan keyakinan.(end)




Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  8 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  5 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  5 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  44 menit



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber