Berita Terbaru :
Tekan Covid 19, Tagana Bagi Handsanitizer Gratis
Surabaya Pastikan Belum Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi
Karantina Wilayah,Warga Perumahan Bikin Bilik Sterilisasi Secara Swadaya
Sidak Dirlantas Polda Jatim, Akses Jalan Poncan dan Rungkut Menanggal Telah Dibuka
Hasil Rapid Test, Satu PDP Reaktif Virus Corona
Pemkot Mojokerto Siapkan Rumah Susun Bagi Para Pemudik
Pertimbangkan Kepentingan Masyarakat,Jalan Rungkut Menanggal-Pondok Candra Dibuka Lagi
Satlantas Polres MojokertoKota Bersama Komunitas Youtuber Membagikan 1000 Masker
Di Jawa Timur Terdapat 21 Kluster Penyebaran Covid 19
Jokowi Tegakan Tidak Bebaskan Napi Koruptor
Puluhan Wastafel Jumbo Dibagikan ke Pasar-Pasar Tradisional
Presiden Jokowi : Masyarakat Keluar Rumah Wajib Pakai Masker
Sebanyak 24 Warga Yang Kontak Fisik Dengan Orang Positif Virus Corona Diisolasi
Perawat Positif Covid 19, Pemkab Tutup Puskesmas Turi
   

Alokasi Pupuk Masih Rendah Dari Kebutuhan
Mataraman  Rabu, 30-01-2019 | 02:19 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Alokasi pupuk untuk para petani di Kabupaten Kediri masih rendah dari kebutuhan yang ada. Terkait hal ini Dinas Pertanian stempat menerapkan sistem prioritas dan relokasi sesuai kebutuhan.

Kekurangan tersebut, berdasarkan jumlah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) total alokasi masih masih minus dari jumlah usulan. Selisih kebutuhan dengan alokasi mencapai ribuan ton, dengan berbagai jenis merek pupuk.

Untuk pupuk urea selisih mencapai sekitar 11 ribu ton, untuk SP36 selsisih 16 ribu ton, ZA 11 ribu ton, phonska 22 ribu ton, sedangkan pupuk organik sekitar 13 ton selisihnya.

Slamet, Kasi Pupuk, Pestisida Dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, mengatakan, memang biasanya jumlah alokasi dibawah jumlah kebutuhan, karena jumlah kebutuhan tertulis beda dengan praktek di lapangan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya meskipun jumlah alokasi dibawah kebutuhan, tetapi fakta di lapangan cukup. Pola yang diterapkan yakni terus dilakukan evaluasi dan realokasi.

"Biasanya kalau bulan Oktober ada realokasi, dimana beberapa kecamatan yang minim serapannya dialihkan ke daerah yang tinggi serapannya. Tetapi kalau memang betul-betul habis biasanya ada tambahan jumlah pupuk lagi dari pusat," jelas Slamet.

Lebih lanjut proses pengajuan pupuk awalnya dengan penentuan rdkk mulai dari kelompok tani, ke desa, kecamatan, daerah, provinsi dan dikirim ke pemerintah pusat. Untuk tahun ini penyedia pupuk hanya Petro Kima Gresik.

Sementara sesuai data pada tahun 2018 kemarin, dari jumlah pupuk urea dari alokasi 49.862 ton terserap 49.252 ton, untuk za dari alokasi 34.355 terserap hanya 34. 109. sp36 dari 4.644 hanya terserap 4.512, phonska dari 40.623 terserap hanya 40. 184 dan organik dari 21.910 hanya terserap 21.886, 92. (yos)

Berita Terkait

Operasional IPLT Ngawi Tunggu Payung Hukum

Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Polda Jatim masih Uji Bahan Utama Jamu Kuat Illegal

Polres Sidoarjo Grebek Perushaan Pupuk Ilegal
Berita Terpopuler
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  11 jam

Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  10 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  10 jam

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber