Berita Terbaru :
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Stok Beras di Jawa Timur Aman Hingga Satu Tahun ke Depan
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 29-01-2019 | 19:11 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Bulog Jatim memastikan stok beras di Jawa Timur aman hingga satu tahun ke depan. Dengan stok awal tahun mencapai 640 ribu ton. Stok Bulog sendiri digunakan untuk bebagai kebutuhan seperti operasi pasar, cadangan beras pemerintah, kebutuhan bencana alam, dikirim ke provinsi lain, raskin serta dijual komersial.

Memasuki awal tahun 2019, Bulog Jatim memastikan stok beras yang dimiliki aman hingga akhir tahun, yang mencapai 640 ribu ton. Tak hanya stok, Bulog juga akan melakukan pengadaan di tahun ini dengan target 351 ribu ton atau senilai Rp 3,2 trilun. Jumlah tersebut masih bisa bertambah sesuai kebutuhan.

Menurut Muhammad Hasyim, Kepala Bulog Divre Jatim, kebutuhan beras Bulog bermacam-macam seperti untuk operasi pasar yang mencapai 80 ribu ton per tahun. Selain itu, Bulog Jatim memasok kebutuhan provinsi lain yang mencapai 280 ribu ton per tahun, untuk 15 hingga 17 provinsi pada 2018 lalu. Terbanyak dikirim ke Papua, NTT dan Maluku.

Tak hanya itu, stok beras Bulog juga digunakan sebagai cadangan beras pemerintah, kebutuhan bencana alam, serta untuk dijual komersial di gerai Bulog.

Sementara itu, untuk kebutuhan raskin atau rastra sendiri mulai tahun ini. "Bulog Jatim hanya menyediakan 14 ribu ton, lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 500 hingga 550 ribu per tahun. Ini karena tahun ini kebutuhan raskin atau rastra diganti bantuan pangan non tunai (BPNT)," kata Muhammad Hasyim, Kepala Bulog Jatim.

Hasyim menambahkan, Jawa Timur menjadi lumbung beras secara nasional. Sejumlah daerah penghasil di Jawa Timur adalah Jember, Bojonegoro, Banyuwangi dan Madiun.(end)




Berita Terkait

Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi

Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran

Jamin Stok Pangan, DPRD Jatim Sidak Gudang Bulog Madiun

Gor Wirabakti Lumajang Disulap Gudang Beras
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  8 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  7 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  6 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber