Berita Terbaru :
Pengunjung Cafe Hingga Kelompok Pemotor Terjaring Razia Jam Malam
Satgas OJK Temukan 105 Fintech Pinjaman Online Ilegal
Simulasi Wedding New Normal, Sejumlah Tradisi Dialihkan Untuk Cegah Penularan Covid-19
Matsani, Dari Supir Pribadi Menjadi Pengusaha Barbershop
Taksi Laut Tetap Eksis Sejak Tahun 1960
Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan
Pemerintah Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
KAI Daop 8 Surabaya Kembali Operasikan KA Rute Surabaya-Jakarta
Jawa Timur Kembali Dapatkan Bantuan Obat Avigan
Nekat Curi Hape Dagangan, Karyawan Konter Plasa Marina Ditangkap
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
   

Jelang Perayaan Imlek, Pedagang Pernik Imlek Mengaku Untung Besar
Life Style  Minggu, 27-01-2019 | 16:04 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Kurang dari dua pekan perayaan Imlek, sejumlah warga Surabaya yang merayakan, mulai berburu pernak - pernik yang identik dengan warna merah. Dari sekian banyak aksesoris imlek, baju, amplop angpao hingga lampu lampion, masih menjadi buruan favorit warga keturunan China.

Perayaan Imlek baru diperingati pada 5 Februari mendatang, namun sejumlah warga China yang merayakan, sudah mulai banyak berburu pernik Imlek. Salah satunya, di Pasar Atom Surabaya. Di pasar perbelanjaan legendaris ini, setiap tahunnya selalu menjadi jujukan warga untuk mendapatkan barang aksesoris keperluan Imlek. 

Di pasar ini juga, banyak toko yang menjual pernak - pernik barang yang identik dengan warna merah, seperti toko milik Salim, yang selalu ramai diserbu warga Tionghoa disaat menjelang perayaan Imlek tiba. 

Beragam aksesoris Imlek dijual di tempat ini dan kebanyakan bermotif gambar babi, mulai baju, lampion, amplop angpao, hingga patung kucing berwarna emas dan pernik Imlek lainnya. "Tahun ini, perayaan Imlek diperingati sebagai tahun babi tanah. Dari beberapa pernik Imlek yang dijual, seperti baju, amplop dan lampoin masih menjadi favorit warga," ujar Salim, penjual pernik Imlek.

Sementara, Tea, warga keturunan China asal Surabaya, mengaku berburu pernik Imlek merupakan hal yang wajib, dan setiap tahunnya selalu menyempatkan datang ketempat ini untuk membeli perlengkapan Imlek.

Dengan datangnya perayaan Imlek, bagi para pedagang menjadi berkah tersendiri, karena barang jualannya laris dibeli warga dan mengalami untung dibanding hari biasanya.(end)



Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  9 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  23 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  22 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  21 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber