Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sosok 

ODGJ Mampu Berwirausaha Dengan Omzet Jutaan Rupiah
Minggu, 27-01-2019 | 02:40 wib
Oleh : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Seorang penderita gangguan jiwa di Kabupaten Kediri kini mampu hidup mandiri, ia menekuni usaha kerajinan berupa alat dapur dari batok kelapa dan kayu yang unik.

Dirumah sederhana milik orang tuanya di Desa Sonorejo Kecamatan Grogol , Kabupaten Kediri, Turmuji memproduksi peralatan dapur dari batok kelapa dan kayu. Seni kriya tersebut berupa sendok nasi, sendok sayur, cangkir serta mangkuk yang unik dengan tidak menghilangkan tekstur asli dari batok dan kayu tersebut.

Sekilas Turmuji tak berbeda dengan orang lain pada umumnya, namun pria berusia 29 tahun ini merupakan penderita gangguan jiwa yang kondisinya mulai membaik.

Ilmu membuat kerajinan tersebut Turmuji dapat dari Malang, saat saudaranya mengajaknya bekerja di sebuah pabrik rumahan yang memproduksi karya serupa.

Kini dengan alat sederhana berupa mesin pompa air yang ia modifikasi, Turmuji mampu memproduksi barang barang kerajinan tersebut hingga 1000 buah perbulannya, dengan omzet mencapai jutaan rupiah.

Selain di kediri pasarnya mencapai Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kini Turmuji justru yang tak mampu memenuhi permintaan pasar.

Sunarto, pengendali program posyandu jiwa di Kecamatan Grogol mengatakan, Turmuji adalah satu dari sekian penderita ODGJ di desa tersebut yang kini mampu hidup mandiri.

Ada perubahan yang signifikan dari tur muji meski terkadang kerap kambuh dan berhalusinasi seperti minggu kemarin. Hingga saat ini Turmuji masih rutin memeriksakan diri ke posyandu.

Sunarto pun rajin mengunjunginya untuk melihat kondisi dan memastikan bahwa obat yang diberikan oleh posyandu tersebut diminum oleh Turmuji .

"Sebelumnya Turmuji merupakan penderita gangguan jiwa yang cukup parah, ia pernah akan membunuh orang tuanya namun berhasil dicegah oleh perangkat desa hingga kepolisian setempat," kata Sunarto.

Sunarto menambahkan, posyandu jiwa sendiri rutin dilakukan sebulan sekali oleh pemerintah desa di balai desa setempat, yang dikelola oleh Puskesmas Grogol serta dibantu relawan dari para pelajar yang peduli.

Pihak desa ingin menyembuhkan mereka dan merubah stigma masyarakat bahwa ODGJ membahayakan. Ada 28 ODGJ di desa tersebut, seluruhnya diperiksa secara gratis di posyandu tersebut .

Sementara itu, di Kabupaten Kediri dari data di Dinas Kesehatan setempat menyebutkan terdapat 3217 penderita gangguan jiwa, dan baru terdapat 14 posyandu jiwa di 14 kecamatan. (yos)



Berita Terkait


Terpisah 20 Tahun, ODGJ Kembali ke Pelukan Keluarga

Disuntik Dua Kali, ODGJ Tewas Dalam Perjalanan ke Tempat Pengobatan

Seorang ODGJ Diamankan, Ternyata Bawa Uang Receh Jutaan

Bikin Resah, Orang Gila Menari Sambil Menunjukkan Kemaluan Diamankan Satpol PP


RSUD Caruban Bakal Bangun Rawat Inap Pasien ODGJ

ODGJ di Probolinggo Ngamuk Bawa Parang dan Kapak

ODGJ Mampu Berwirausaha Dengan Omzet Jutaan Rupiah

Kerap Berulah dan Meresahkan, ODGJ Dibawa ke RSJ Malang

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber