Berita Terbaru :
Sosialisasi Jatim Bermasker Melalui Ratusan Sound System Keliling
Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
PDIP Tunjuk Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Jawa Timur
Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Ledakan PT Enero
Karena Pegawai Positif, Penutupan Dukcapil Diperpanjang
Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Terbaring Sakit
Dapat Rekom Partai Hanura, Teno Akan Lakukan Konsolidasi Antar Partai Pengusung
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Covid 19
Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
   

ODGJ Mampu Berwirausaha Dengan Omzet Jutaan Rupiah
Mataraman  Minggu, 27-01-2019 | 02:40 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Seorang penderita gangguan jiwa di Kabupaten Kediri kini mampu hidup mandiri, ia menekuni usaha kerajinan berupa alat dapur dari batok kelapa dan kayu yang unik.

Dirumah sederhana milik orang tuanya di Desa Sonorejo Kecamatan Grogol , Kabupaten Kediri, Turmuji memproduksi peralatan dapur dari batok kelapa dan kayu. Seni kriya tersebut berupa sendok nasi, sendok sayur, cangkir serta mangkuk yang unik dengan tidak menghilangkan tekstur asli dari batok dan kayu tersebut.

Sekilas Turmuji tak berbeda dengan orang lain pada umumnya, namun pria berusia 29 tahun ini merupakan penderita gangguan jiwa yang kondisinya mulai membaik.

Ilmu membuat kerajinan tersebut Turmuji dapat dari Malang, saat saudaranya mengajaknya bekerja di sebuah pabrik rumahan yang memproduksi karya serupa.

Kini dengan alat sederhana berupa mesin pompa air yang ia modifikasi, Turmuji mampu memproduksi barang barang kerajinan tersebut hingga 1000 buah perbulannya, dengan omzet mencapai jutaan rupiah.

Selain di kediri pasarnya mencapai Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kini Turmuji justru yang tak mampu memenuhi permintaan pasar.

Sunarto, pengendali program posyandu jiwa di Kecamatan Grogol mengatakan, Turmuji adalah satu dari sekian penderita ODGJ di desa tersebut yang kini mampu hidup mandiri.

Ada perubahan yang signifikan dari tur muji meski terkadang kerap kambuh dan berhalusinasi seperti minggu kemarin. Hingga saat ini Turmuji masih rutin memeriksakan diri ke posyandu.

Sunarto pun rajin mengunjunginya untuk melihat kondisi dan memastikan bahwa obat yang diberikan oleh posyandu tersebut diminum oleh Turmuji .

"Sebelumnya Turmuji merupakan penderita gangguan jiwa yang cukup parah, ia pernah akan membunuh orang tuanya namun berhasil dicegah oleh perangkat desa hingga kepolisian setempat," kata Sunarto.

Sunarto menambahkan, posyandu jiwa sendiri rutin dilakukan sebulan sekali oleh pemerintah desa di balai desa setempat, yang dikelola oleh Puskesmas Grogol serta dibantu relawan dari para pelajar yang peduli.

Pihak desa ingin menyembuhkan mereka dan merubah stigma masyarakat bahwa ODGJ membahayakan. Ada 28 ODGJ di desa tersebut, seluruhnya diperiksa secara gratis di posyandu tersebut .

Sementara itu, di Kabupaten Kediri dari data di Dinas Kesehatan setempat menyebutkan terdapat 3217 penderita gangguan jiwa, dan baru terdapat 14 posyandu jiwa di 14 kecamatan. (yos)



Berita Terkait

RSJ Menur Surabaya Rawat 5 Orang Pasien Positif Covid 18 Berstatus ODGJ

11 ODGJ Terpapar Covid-19 Dirawat di RSJ Menur

Kampung Tangguh Peduli ODGJ

Kisah Pencari Identitas Jiwa Yang Terlantar
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  2 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  3 jam

Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  14 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber