Berita Terbaru :
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

LPA Akan Beri Bantuan Hukum Ataupun Psikologi Untuk Korban Pencabulan
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 26-01-2019 | 17:34 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Mencuatnya kasus pencabulan yang dilakukan siswa sekolah dasar beberapa waktu lalu, mendapat perhatian dari berbagai pihak terutama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pasuruan.

LPA menyayangkan adanya kelalaian yang dilakukan pihak sekolah, lantaran saat kejadian itu guru tidak berada di kelas dengan alasan sakit perut.

LPA mendatang SD Desa Rebalas Kecamatan Grati Kabipaten Pasuruan, kedatangan mereka untuk mengklarifikasi terkait kasus pencabulan yang dilakukan siswanya terhadap temannya sendiri, yang dilakukan saat jam belajar, sementara sang guru keluar kelas dengan alasan sakit perut.

Wakil Ketua LPA Pasuruan, Danil E Polazakan, menjelaskan, dalam kasus ini merupakan kelalaian seorang guru, sehingga terjadi perbuatan tak senonoh yang dilakukan 3 siswa terhadap siswi sebut saja bunga di dalam kelas. Bahkan kejadian tersebut disaksikan oleh teman sekelasnya.

"Pihak LPA akan memberikan pendampingan baik dari segi hukum mau pun psikoligis korban, yang saat ini sedang trauma dan tak ingin lagi masuk sekolah," jelas Danil E Plozakan.

Sementara itu, Kepala Sekolah, Sri Watiningsihri, mengatakan, sekolah akan membujuk korban agar kembali sekolah seperti biasanya dengan melakukan pendekatan dan meyakinkan korban untuk keamanan dan kenyamanannya di sekolah.

"Untuk para siswa atau pelaku pencabulan, oihak sekolah akan menyerahkan ke orang tua masing-masing, kembali ke sekolah atau dilanjutkan ke pesantrean," jelas Sri Watiningsih.

Seperti diberitakan sebelumnya, siswi kelas 4 SDN di Pasuruan dicabuli ramai-ramai oleh 3 teman sekolah di dalam kelas, disaat proses belajar mengajar. Akibatnya, korban mengalami trauma berat membuat tak mau sekolah. (yos)





Berita Terkait

Berkas Kasus Pendeta Cabul, Akhirnya P21

Cabuli Anak di Bawah Umur, Kakek di Banyuwangi Diamankan Polisi

Istri Jadi TKI, Ayah di Blitar Setubuhi Anak Tiri

Dilaporkan Orang Tua Korban, Pelaku Cabul Anak Laki-Laki Diamankan Polisi
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  14 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  15 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Peristiwa  4 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  14 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber