Berita Terbaru :
DPRD Bojonegoro Imbau Pemkab Perhatikan Ponpes Saat New Normal
Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Adanya Penurunan Kasus Selama PSBB
Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Relatif Stabil
Menuju New Normal, Polwan Blitar Sisir Tempat Keramaian
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
   

Sering Terjadinya Laka Laut, Nelayan Probolinggo Berbondong-Bondong Daftar BPJS
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 22-01-2019 | 05:12 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Seringnya terjadinya laka laut membuat nelayan di Kota Probolinggo Jawa Timur, berbondong-bondong mendafar BPJS ketenagakerjaan. Diharapkan dengan keikutsertaan di BPJS, nelayan akan mendapat perlindungan kesehatan, maupun asuransi kematian saat berlayar.

Kota Probolinggo dikenal dengan kota nelayan yang memiliki nelayan sebanyak 1.500 orang, yang diantaranya nelayan kecil dan anak buah kapal.

Sering terjadinya kecalakaan laut saat berlayar, bahkan terakhir kapal jenis jonggrang tenggelam di perairan Probolinggo-Madura membuat 7 ABKNYA meninggal, 1 masih dinyatakan hilang membuat nelayan Kota Probolinggo berbondong-bondong mendaftar BPJS ketenaga kerjaan.

Sampai saat ini yang sudah mendaftar BPJS adalah nelayan yang menggunakan mesin dibawah 10 gros ton, dengan premi per bulan seluruhnya ditanggung pemerintah.

Tidak hanya nelayan yang memiliki kapal dibawah 10 gt, nelayan dan anak buah kapal yang menggunakan kapal diatas 10 sampai 30 gros ton sangat antusias mendaftar BPJS.

Hanya saja, BPJS yang bisa digunakan untuk nelayan dan ABK untuk kapal diatas 10 gt adalah BPJS ketenagakerjaan, setiap bulan mereka diharuskan membayar 16.500 rupiah.

Menurut Zainul Fathoni, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Probolinggo, tragedi kapal cahaya bahari jaya yang tenggelam di perairan Probolinggi-Madura mengakibatakan 8 ABK meninggal dunia, satupun dari mereka tidak mendapatkan asuransi kematian.

"Dengan terjadinya tragedi tersebut, membuat nelayan berbondong-bondong mendaftar bpjs ketenaga kerjaan. Sampai saat ini sudah 250 nelayan sudah mendaftar untuk kapal diatas 10 gt," kata Zainul Fathoni.

Sementara itu menurut Karma Krisnadi, Kepala BPJS Ketenaga Kerjaan Cabang Pasuruan-Probolinggo, asuransi BPJS diberikan ke korban kecelakaan untuk luka berat adalah unlimited atau sampai sembuh. "Untuk korban meninggal sekitar 48 juta rupiah," kata Karma Krisnadi. Target kedepan, seluruh nelayan probolinggo raya terdaftar di BPJS. (yos)

Berita Terkait

Rumah Sakit Rujukan Covid 19 Belum Terima Pembayaran Klaim BPJS

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS

BPJS Kesehatan Akan Kembalikan Selisih Kelebihan Iuran Bulanan

Pembiayaan Pasien Covid-19 Dibebankan ke BPJS Kesehatan
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  10 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  7 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  10 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber