Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Kolam ikan lele di tengah kebun kampung herbal. Foto : Aris Rahmatullah
Warga Hadirkan Kebun Herbal di Lahan Bekas Rawa-Rawa
Senin, 21-01-2019 | 12:02 wib
Oleh : Ainul Khilmiah
Berita Video : Warga Hadirkan Kebun Herbal di Lahan Bekas Rawa-Rawa
Surabaya pojokpitu.com, Tanaman toga ternyata masih bisa bisa ditemukan di kota metropolitan Surabaya, tepatnya di kampung herbal Nginden Jangkungan. Di kebun Herbal bekas rawa-rawa ini, tanaman toga juga dimanfaatkan sebagai olahan minuman, yang tentunya menyehatkan.

Warga berhasil menyulap lahan fasum yang dulunya rawa-rawa, menjadi kebun herbal yang membudidayakan lebih dari 200
jenis tanaman toga. Beberapa diantaranya kucai yang lezat untuk dimasak, kembang kertas yang bermanfaat untuk menyembuhkan radang tenggorokan, kitolot yang bisa mengurangi mata minus dan katarak, jahe merah untuk meredakan masuk angin, kunyit untuk olahan minuman segar sekaligus penurun panas serta ratusan tanaman toga lainnya. Semuanya bermanfaat bagi Tubuh.

Kebun seluas 3 ribu meter persegi ini, dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Air yang digunakan untuk menyiram di kebun
herbal ini, diambil dari selokan yang telah diproses. Penyaringan menggunakan alat yang dibuat sendiri oleh warga.

Menurut Iwan Ridwan Kader Lingkungan Kampung Herbal Nginden, air dari selokan untuk penyiraman tanaman yang ada di RT 9 Kampung Herbal. "Namun air selokan kita filter dengan tabung-tabung, hasilnya kita buat untuk penyiraman tanaman, selain itu juga untuk kolam-kolam ikan. Jadi tidak ada air selokan yang terbuang, jadi kita tetap dapat manfaat dari air selokan itu," kata Iwan.

Di kebun ini, warga juga melakukan pembibitan sendiri beberapa jenis tanaman toga. Salah satunya tanaman kelor. Ratusan tanaman toga yang tumbuh subur di kebun ini kemudian dijual, bahkan hingga ke luar pulau. Hasil bersih dari penjualan tanaman tersebut kembali ke kas warga untuk keperluan pengelolaan kebun.

Selain melakukan pembudidayaan tanaman toga, berbagai olahan minuman herbal juga dihasilkan dari kebun ini, seperti jus markisa dan sinom khas kampung herbal. "Tak seperti sinom pada umumnya, sinom khas kampung herbal ditambahkan belimbing wuluh dan daun luntas. selain untuk menambah aroma, belimbing wuluh menjadi asupan vitamin c tambahan, dan daun luntas bermanfaat untuk mengurangi bau badan," kata Iwan.

Cara pembuatannya sangat mudah. Seluruh bahan yang diperlukan yaitu daun sinom, kunyit, asam, gula jawa, tak lupa belimbing wuluh dan daun luntas, serta tambahkan gula dan garam secukupnya, kemudian tunggu hingga mendidih.

Rasa sinom inipun khas dengan tambahan aroma belimbing wuluh dan daun luntas. tak hanya dikonsumsi sendiri, minuman herbal dari kebun herbal ini juga dijual.

Menurut Lusi Damayanti pembuat sinom di kampung herbal Nginden, produknya telah dijual di kampus-kampus, ke toko-toko kue di pinggir jalan. "Biasanya bersama ibu-ibu, nyetor ke kampus-kampus seperti Untag, ITS, Ubaya gitu, dan hasilnya perbulan dapat Rp 1,6 juta dan kembali ke kas ibu-ibu," kata Lusi. (pul)

Berita Terkait


Perangi Pergaulan Bebas, Pemuda Kediri Dirikan Kursus Bahasa Inggris

Warga Hadirkan Kebun Herbal di Lahan Bekas Rawa-Rawa

Sensasi Berkunjung ke Kampung Rambutan di Nganjuk

Tragis! Hingga Tahun Depan Kampung Sekalus Tetap Gelap


Kapasan Eksplore, Jalan-Jalan Mengenal Sejarah Kampung Pecinan

Ekowisata Kampung Blekok Menjadi Jujukan Wisatawan Asing

Kampung Gunung Sukowono Tawarkan Durian Super Berbagai Jenis

Polisi Grebek Kampung Begal, Amankan Puluhan Onderdil Motor

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber