Berita Terbaru :
Tabung Haji Umroh Siap Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19, Begini Strateginya
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
   

231 Barang Bukti Radio Ilegal di Jawa Timur Dimusnahkan
Metropolis  Kamis, 17-01-2019 | 19:01 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Sejumlah 231 barang bukti pelanggaran penggunaan spektrum frekuensi radio selama 2010 hingga 2015 di Jawa Timur berhasil dimusnahkan di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Surabaya. Pada tahun tersebut, pelanggaran tertinggi terjadi pada tahun 2013 dan kian menurun hingga tahun 2018.

Sepanjang tahun 2010 hingga tahun 2015, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Surabaya menemukan adanya 231 pelanggaran penggunaan spektrum frekuensi radio di Jawa Timur. Penyiaran atau broadcasting menempati posisi tertinggi pelaku pelanggaran tersebut. 49 persen atau sejumlah 113 pelanggaran dilakukan oleh penyelenggara radio ilegal.

Pelanggaran tersebut ditemukan setelah petugas melakukan operasi penertiban dan melakukan penanganan gangguan. Jenis pelanggaran dari 231 kasus tersebut juga beragam, di antaranya pengoperasian tak berijin, perangkat yang tak bersertifikasi, dan pengoperasian yang tidak sesuai.

"Sebanyak 231 barang bukti pelanggaran spektrum frekuensi tahun 2010 hingga 2015 yang terdiri dari 113 pemancar radio FM, 63 perangkat alat komunikasi, 21 STL, 23 penguat sinyal dan jammer, serta 11 antena dan beberapa perangkat lainnya, berhasil dimusnahkan pagi tadi," kata Sensilaus Dore, Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Surabaya.

Dari tahun 2010 hingga saat ini, pelanggaran penggunaan spektrum frekuensi radio paling tinggi terjadi pada tahun 2013 dan semakin menurun. Pada tahun 2018 kemarin pelanggaran tersebut menurun drastis, hanya 15 pelanggaran radio ilegal yang ditemukan, yang kini sedang dalam proses perijinan.

Sementara itu, pelanggaran spektrum frekuensi radio yang sempat mengganggu layanan navigasi penerbangan yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Jawa Timur juga sudah ditindak dan kini sedang diproses.(end)

Berita Terkait

Jutaan Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras serta Barang Lain Tak Bercukai Dimusnahkan

Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti Kasus Kejahatan

Begini Persyaratan Mengambil Barang Bukti Sitaan Tilang, Kecelakaan atau Hasil Kejahatan

Polisi Serahkan Motor Barang Bukti ke Pemilik Kendaraan
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  3 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  2 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  2 jam

Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  2 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber