Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Perusahaan Harus Mampu Bertahan di Tengah Turunnya Harga Tiket Domestik
Selasa, 15-01-2019 | 07:22 wib
Oleh : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Turunnya harga tiket pesawat rute domestik disambut baik oleh masyarakat, namun tidak bagi perusahaan penerbangan. Perusahaan penerbangan harus kehilangan sebagian biaya operasionalnya. Jika terjadi terus menerus, maka akan menyebabkan perusahaan penerbangan merugi.

Setelah tarif pesawat naik, meskipun di saat low season, dan menimbulkan gejolak di masyarakat, bahkan muncul petisi, akhirnya maskapai pesawat sepakat untuk menurunkan 20 hingga 60 persen.

Menurut pengamat ekonomi dari salah satu universitas di Surabaya,  Wahyudi Wibowo, turunnya harga tiket pesawat terbang rute domestik memang disambut positif masyarakat. Namun di sisi lain, perusahaan penerbangan harus merugi karena tingginya biaya operasional, khususnya biaya bahan bakar pesawat, yakni avtur, yang harganya  merangkak naik sejak Februari 2018.

"Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi perusahaan penerbangan domestik," tutur Wahyudi Wibowo.

Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah, perusahaan penerbangan, dan Pertamina sebagai satu satunya produsen avtur di Indonesia, duduk bersama mendorong adanya peningkatan suplai avtur, sehingga dapat menekan biaya operasional.

Sementara itu, terkait tarif penerbangan ke luar negeri yang lebih murah, menurut Wahyudi, bisa saja hal tersebut disebabkan adanya perbedaan harga avtur. Di luar negeri seperti di Malaysia, harga avtur lebih murah.(end)

Berita Terkait


Perusahaan Harus Mampu Bertahan di Tengah Turunnya Harga Tiket Domestik


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber