Berita Terbaru :
Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Dhea Lukita Andriana, Pelajar Asal Tulungagung Dua Kali Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional
Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Ditarget, Alun-Alun Surabaya Area Atas Selesai 17 Agustus
Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Pengadilan Negeri
Gerakan Pemulihan Ekonomi Gubenur Jatim Kunjungi Pabrik Mamin dan Kebun Coklat Mojokerto
Tidak Memiliki Ijazah Profesi, Ribuan Bidan 2025 Terancam Tutup Praktek
Hak Mendaftarkan Cabup Cawabup Bisa Diambil Alih oleh DPP
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona, 20 Karyawan Di-Swab
Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Kayu
Tiga Siswa Harus Naik Turun Gunung Cari Sinyal Internet
Satu Hakim Positif Covid, 10 Hakim Lainnya Isolasi Mandiri, Sidang Banyak Yang Ditunda
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
   

Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
Mataraman  Kamis, 10-01-2019 | 14:13 wib
Reporter : Agus Bondan
Dengan memanfaatkan limbah bambu bekas tiang bendera, mereka membuat kerajinan miniatur berbagai kapal yang artistik. Karya unik dari balik penjara ini pun, cukup banyak menarik minat pengunjung dan pegawai lapas untuk menjadikannya sebagai cindera mata. Foto: Agus Bondan
Berita Video : Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
Tulungagung pojokpitu.com, Menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan, bukan berarti ide dan kreatifitas juga ikut terkurung. Sejumlah warga binaan Lapas Kelas 2 B Tulungagung, mengisi hari-hari di dalam penjara untuk berkarya.

Memanfaatkan waktu dan fasilitas bengkel kerja di dalam lembaga pemasyarakatan, Lapas, 4 warga binaan Lapas Kelas 2 B Tulungagung, yakni Toni, Yusuf, Hafi dan Samsul berkreasi dengan membuat kerajinan miniatur kapal dari bahan bambu bekas. Berkat sentuhan tangan dingin Narapidana berbagai kasus tindak kriminal ini, potongan-potongan bambu bekas tiang bendera disulap menjadi aneka miniatur kapal yang unik dan artistik.

Meski proses pembuatan terlihat sederhana, untuk merangkai potongan-potongan bambu hingga membentuk sebuah miniatur kapal yang indah, tetap saja dibutuhkan keterampilan yang tidak semua orang telaten mengerjakannya. Untuk menyelesaikan 1 buah miniatur kapal, dibutuhkan waktu antara 2 hingga 3 hari kerja.

Menurut Hafi warga binaan kreatif, tidak menyangka hasil karyanya dipajang di ruang besuk Lapas, menarik perhatian pengunjung dan pegawai Lapas. Tidak sedikit dari mereka membeli untuk di jadikan kenang-kenangan. "Satu buah miniatur kapal dihargai antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan," kata Hafi.

Melihat peluang pasar yang cukup prospektif, ke 4 warga binaan kreatif ini berencana akan mengembangkannya menjadi sebuah usaha, usai menyelesaikan sisa masa hukuman.

Sementara itu menurut Dedi Nugroho Kasi Binadik dan Giatja Lapas Tulungagung, kegiatan warga binaan membuat kerajinan kapal bambu ini, mendapat dukungan dari pihak Lapas. "Petugas pembimbing narapidana, anak didik dengan kegiatan kerja positif, serta memfasilitasi para narapidana agar kreatif," kata Dedi

Untuk mengembangkan dan memacu semangat warga binaan dalam berkreatifitas, pihak Lapas akan membuat sebuah galeri tempat pameran seluruh hasil karya warga binaan Lapas Tulungagung. (pul)

Berita Terkait

Pantang Menyerah, Seorang Difabel Berkreasi Membuat Miniatur Kapal Klasik Unik

Cuaca Buruk, Nelayan Alih Profesi Jadi Pengrajin Miniatur Kapal

Tekan Kenakalan Remaja, Karang Taruna Desa Ringinpitu Produksi Miniatur Kapal Dari Bambu

Inilah Miniatur Kapal Karya Narapidana Lapas Tulungagung
Berita Terpopuler
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona,...selanjutnya
Covid-19  4 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  10 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  20 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber