Berita Terbaru :
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
Menko PMK Tinjau Penyaluran BST Di Kota Malang
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Yang Akan Kembali Buka
Ratusan Karyawan Pabrik Rokok Jalani Rapid Test Ulang
   

80 Burung Sitaan Mati, Pakar Satwa Desak Kejati Perhatikan Kelangsungan Hidup Satwa
Metropolis  Selasa, 08-01-2019 | 19:10 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Ratusan burung langka hasil penyitaan petugas di Jember beberapa waktu yang lalu, dikabarkan terancam mati lantaran kehabisan pakan. Menyikapi hal tersebut, pakar satwa mengecam agar pihak terkait segera menindak lanjuti kondisi tersebut dengan memindahkan burung ke penangkaran yang presentatif. Sementara itu, 10 burung langka dalam kondisi kritis akan segera dipindahkan untuk mendapat penanganan intensif.

Ratusan burung langka jenis paruh bengkok yang berhasil disita petugas dari kasus penangkaran ilegal di Jember pada bulan Oktober 2018 lalu, dikabarkan terancam mati lantaran kehabisan pakan. Bahkan sejumlah 80 burung telah dinyatakan mati. Ratusan burung langka tersebut sengaja disita dan dijadikan barang bukti dari kasus yang menjerat CV Bintang Terang, Jember.

Menyikapi hal itu, Singky Soewadji selaku pakar satwa mengecam, agar ratusan burung langka yang dijadikan barang bukti tersebut diperhatikan keselamatannya, dengan dipindahkan ke penangkaran yang representatif untuk sementara waktu hingga kasus selesai.

Pihaknya sendiri telah mempersiapkan 30 sangkar berukuran 3 x 3 meter yang representatif dan berijin untuk membantu menampung sebagian burung tersebut untuk sementara waktu. "Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur telah melakukan survey dan 30 kandang tersebut dinyatakan layak. Rencananya, 10 burung kakak tua paruh bengkok yang saat ini dalam kondisi kritis, akan segera dipindahkan ke sangkar yang terletak di Kenjeran tersebut untuk mendapatkan perawatan intensif," kata Singky Soewadji. 

Selain itu, pihaknya mendesak agar Kejaksaan Tinggi Jawa Timur segera memberikan langkah bijak untuk memperhatikan kondisi ratusan hewan tersebut. Menurutnya, jika satwa tersebut mati dalam kondisi disita, maka penegak hukum juga termasuk melakukan pembunuhan satwa yang dilindungi.(end)


Berita Terkait

80 Burung Sitaan Mati, Pakar Satwa Desak Kejati Perhatikan Kelangsungan Hidup Satwa
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  12 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  9 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  8 jam

Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber