Berita Terbaru :
Positif Covid 19, Warga Peneleh Dikarantina
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Mangkir Jaga Check Poin, PNS Nyabu Ditangkap
Setan Sembunyi
Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online
Ratusan Warga Arak Pasien Covid Sembuh Keliling Kampung
Populer di Play Store, Aplikasi Anti-China Sudah Dihapus Google
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Penjualan Moge Anjlok, Triumph Rumahkan 400 Karyawan
Amankah Makan di Luar Rumah Saat Pandemi Corona?
Total 1.300 Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
   

Waow..Fashion Show Batik di Ketinggian 3 Ribu Meter
Life Style  Senin, 07-01-2019 | 13:00 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Para model dibuat dag, Dig, Dug, saat berjalan memperagakan busana batik di atas ketinggian. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com, Peragaan busana diatas catwalk dengan hamparan karpet merah mungkin sudah biasa. Bagaimana jadinya jika fashion show batik diperagakan di ketinggian 3 ribu meter diatas permukaan laut dengan latar belakang Gunung Bromo di Probolinggo.

Peragaan busana batik di puncak seruni point, yang merupakan destinasi wisata baru pendamping Gunung Bromo. Dengan ketinggian 3 ribu meter, menjadi tantangan tersendiri bagi 3 model ini. Dia harus memperagakan busana batik khas Probolinggo.

Desi lia hermawan salah satu model mengaku sedikit tegang. Namun tetap bisa berlanggak-lenggok memperagakan busana muslim batik khas Probolinggo, mulai batik Prabulinggih dan Ronggo Mukti.

Yang membuat fantastis, latar belakang catwalk adalah Gunung Bromo, Gunung Batok dan beberapa gunung lainnya di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

"Sangat tegang saat berjalan mencapai ujung catwalk seruni point, apalagi sangat pobia dengan ketinggian. Meski demikian, sebagai model profesional, saya tetap berusaha berjalan dengan ekspresi ceria di depan kamera," cerita Desi lia Hermawan.

Batik-batik yang diperagakan ini merupakan khas milik Kabupaten Probolinggo, dengan motif khas Gunung Bromo, Mangga, Angin dan Anggur.

Sementara itu, menurut Lia Afif perancang busana muslim mengatakan, batik ini nantinya akan diperagakan di Hongkong mewakili Indonesia bulan depan. "Semoga ke depan, batik Probolinggo bisa dikenal hingga ke manca negara," kata Lia Afif. (pul)

Berita Terkait

Trend Outfit Hijab 2020 Ala Beauty Vlogger Seviq Febinita

Produk Fashion Karya Warga Lesti Menarik Perhatian Dua Desainer Ternama Tanah Air

Fashion Show Carnival Tampilkan Tradisi Daerah

Puluhan Siswa Beradu Kreasi Dalam Fashion Dari Bahan Daur Sampah
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  5 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  2 jam

Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  12 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  50 menit



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber