Berita Terbaru :
Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online
Ratusan Warga Arak Pasien Covid Sembuh Keliling Kampung
Populer di Play Store, Aplikasi Anti-China Sudah Dihapus Google
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Penjualan Moge Anjlok, Triumph Rumahkan 400 Karyawan
Amankah Makan di Luar Rumah Saat Pandemi Corona?
Total 1.300 Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
   

Taman Flora Bratang Tak Ramah Difabel
Metropolis  Minggu, 06-01-2019 | 17:02 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Berita Video : Taman Flora Bratang Tak Ramah Difabel
Surabaya pojokpitu.com, Taman Flora Bratang Surabaya dinilai tak ramah bagi difabel khususnya penyandang tuna netra. Beberapa fasilitas taman yang diperuntukkan bagi difabel seperti ubin pemandu, ramp, dan hand rail jauh dari kata layak.

Hal tersebut dikeluhkan oleh 20 penyandang disabilitas tuna netra yang melakukan survey aksesilibitas fasilitas di Taman Flora, Surabaya pada Minggu (6/1). Survey ini dilakukan dengan berkeliling di Taman Flora Surabaya secara mandiri.

Dari survey tersebut, salah satu taman kota surabaya yang dibanggakan ini ternyata jauh dari kata ramah bagi difabel. Mukhlis Dan Hizkiya, penyandang tuna netra, menjelaskan, meski beberapa fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas sudah tersedia, seperti ubin pemandu, ramp atau bidang miring dan hand rail atau pegangan tangan bagi pengguna kursi roda, namun fasilitas tersebut dinilai tidak fungsional dan hanya sebagai pemenuh kewajiban semata.

"Susah, susahnya itu karena jalannya tidak rata, pembatasnya membuat bingung, terus ubinnya kurang besar gak bisa dibuat dua kaki," ujar Mukhlis Dan Hizkiya.

Ia juga menyarankan semuanya untuk diratakan, ia mencontohkan semen ini yang ada, yang menurutnya juka ada turunan, garisnya tidak terputus sehingga tidak membuat bingung dan seharusnya timbul.

Sugi Hermanto, anggota lembaga pemberdayaan tuna netra, menjelaskan, guiding block atau ubin pemandu yang dipasang sebagai pemandu jalan bagi tuna netra di taman flora, kondisinya tidak sesuai standar.

Ubin pemandu sepanjang kurang lebih 7 meter ini di pasang dari satu titik ke titik lain dan justru berakhir diayunan, hal ini tentu tidak membantu bahkan dapat membahayakan bagi penyandang tuna netra.

Ditambah lagi bentuk ubin pemandu yang sempit dan putus-putus, justru mempersulit tuna netra untuk mengikuti petunjuk tersebut.

"Seharusnya ubin pemandu dimulai dari pintu masuk taman dan terpasang di seluruh jalan di taman, sehingga mampu menjadi petunjuk jalan bagi penyandang tuna netra untuk melakukan perjalanan secara mandiri," kata Sugi Hermanto.

Kebutuhan-kebutuhan dasar untuk disabilitas itu masih belum terpenuhi ataupun kalau terpenuhi itu, hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai contoh ubin pemandu diarahkan menuju ujung tempat mainan dan di depannya ada ayunan.

Selain ubin pemandu, beberapa fasilitas untuk pengguna kursi roda seperti ramp dan dan hand rail juga dikatakan tidak layak. Keberadaan ramp sangatlah minim, bahkan ramp yang terpasang, sudutnya terlalu tajam, sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan bagi pengguna kursi roda.

Diharapkan, pembuatan fasilitas bagi difabel di Kota Surabaya tak terlepas dari uji layak disabilitas, sehingga keberadaannya tidak hanya sebagai hiasan semata, namun dapat benar-benar berguna dan membantu bagi para difabel. (yos)

Berita Terkait

Omah Difabel Linksos Adakan WFH Saat Pandemi Covid-19

Gunadi, Penderita Difabel Tekuni Usaha Reparasi Kursi Sofa

Hartoyo, Difabel Perajin Sangkar Burung Dari Limbah Jati

Pemilih Disabilitas Mempunyai Hak Pilih
Berita Terpopuler
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  9 jam

Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Peristiwa  8 jam

Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Teknologi  6 jam

Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber