Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Taman Flora Bratang Tak Ramah Difabel
Minggu, 06-01-2019 | 17:02 wib
Oleh : Ainul Khilmiah
Berita Video : Taman Flora Bratang Tak Ramah Difabel
Surabaya pojokpitu.com, Taman Flora Bratang Surabaya dinilai tak ramah bagi difabel khususnya penyandang tuna netra. Beberapa fasilitas taman yang diperuntukkan bagi difabel seperti ubin pemandu, ramp, dan hand rail jauh dari kata layak.

Hal tersebut dikeluhkan oleh 20 penyandang disabilitas tuna netra yang melakukan survey aksesilibitas fasilitas di Taman Flora, Surabaya pada Minggu (6/1). Survey ini dilakukan dengan berkeliling di Taman Flora Surabaya secara mandiri.

Dari survey tersebut, salah satu taman kota surabaya yang dibanggakan ini ternyata jauh dari kata ramah bagi difabel. Mukhlis Dan Hizkiya, penyandang tuna netra, menjelaskan, meski beberapa fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas sudah tersedia, seperti ubin pemandu, ramp atau bidang miring dan hand rail atau pegangan tangan bagi pengguna kursi roda, namun fasilitas tersebut dinilai tidak fungsional dan hanya sebagai pemenuh kewajiban semata.

"Susah, susahnya itu karena jalannya tidak rata, pembatasnya membuat bingung, terus ubinnya kurang besar gak bisa dibuat dua kaki," ujar Mukhlis Dan Hizkiya.

Ia juga menyarankan semuanya untuk diratakan, ia mencontohkan semen ini yang ada, yang menurutnya juka ada turunan, garisnya tidak terputus sehingga tidak membuat bingung dan seharusnya timbul.

Sugi Hermanto, anggota lembaga pemberdayaan tuna netra, menjelaskan, guiding block atau ubin pemandu yang dipasang sebagai pemandu jalan bagi tuna netra di taman flora, kondisinya tidak sesuai standar.

Ubin pemandu sepanjang kurang lebih 7 meter ini di pasang dari satu titik ke titik lain dan justru berakhir diayunan, hal ini tentu tidak membantu bahkan dapat membahayakan bagi penyandang tuna netra.

Ditambah lagi bentuk ubin pemandu yang sempit dan putus-putus, justru mempersulit tuna netra untuk mengikuti petunjuk tersebut.

"Seharusnya ubin pemandu dimulai dari pintu masuk taman dan terpasang di seluruh jalan di taman, sehingga mampu menjadi petunjuk jalan bagi penyandang tuna netra untuk melakukan perjalanan secara mandiri," kata Sugi Hermanto.

Kebutuhan-kebutuhan dasar untuk disabilitas itu masih belum terpenuhi ataupun kalau terpenuhi itu, hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai contoh ubin pemandu diarahkan menuju ujung tempat mainan dan di depannya ada ayunan.

Selain ubin pemandu, beberapa fasilitas untuk pengguna kursi roda seperti ramp dan dan hand rail juga dikatakan tidak layak. Keberadaan ramp sangatlah minim, bahkan ramp yang terpasang, sudutnya terlalu tajam, sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan bagi pengguna kursi roda.

Diharapkan, pembuatan fasilitas bagi difabel di Kota Surabaya tak terlepas dari uji layak disabilitas, sehingga keberadaannya tidak hanya sebagai hiasan semata, namun dapat benar-benar berguna dan membantu bagi para difabel. (yos)

Berita Terkait


Hartoyo, Difabel Perajin Sangkar Burung Dari Limbah Jati

Pemilih Disabilitas Mempunyai Hak Pilih

Hebat, Pemuda Difabel Ahli Komputer

Luar Biasa, Seorang Difabel Memiliki Kemampuan Seperti Ini


Taman Flora Bratang Tak Ramah Difabel

Hari Difabel Internasional, Polisi Beri SIM D Gratis

Ihelp-Hemocs, Alat Bantu Komunikasi Bagi Difabel dan Manula

KPU Tulungagung Sosialisasikan Pemilu Kepada Kaum Difabel

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber